MANUSIA DAN PRINSIP

Kita sebagai manusia terkadang bisa hidup hanya dengan satu prinsip atau bisa juga hidup dengan banyak prinsip yang tentu saja menghidupkan. Pilihan yang hadir dalam hidup kita menjadi penegas akan prinsip hidup yang harus kita ambil dan teguhkan.

Manusia? Ya, manusia. Bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu, bisa berubah seiring meluas atau melebarnya pergaulan kita, bisa berubah seiring meluas atau melebarnya pikiran kita, bisa berubah setelah proses yang kita jalani membawa kita pada arah yang salah atau kearah yang benar.

Pada awalnya kita hadir ke dunia bukan karena kita memilih untuk lahir namun karena itu adalah impian yang telah diidamkan oleh orang yang mencintai kita, atau bisa dibilang karena tekad wanita tegar yang bisa kita sebut ‘mama’ atau ‘ibu’. 

Hadirnya kita bisa membawa dampak baik dan buruk bagi siapa saja, baik bagi mereka yang menginginkan atau tidak menginginkan kita, tapi tentu saja ada sebuah rancangan indah dari Tuhan bagi kita dengan hadirnya kita, atau ada rancangan indah yang telah disiapkan orang yang menginginkan kita hadir ke dunia.

Kita diajarkan untuk menjadi manusia berharga sedini mungkin, tanpa kita sadari kita berproses dan terus berproses sampai akhirnya apa yang disebut manusia , manusia yang awalnya tak berakal telah berubah menjadi manusia dewasa yang berakal dan berilmu.

Prinsip-prinsip dalam hidup pun mulai tumbuh dalam diri kita sejak kita kecil, sejak kita mulai bisa berpikir dan terpengaruh oleh orang tua bahkan oleh lingkungan dan orang-orang sekitar kita. Prinsip yang mana menghidupkanmu atau mematikanmu dalam menghadapi kerasnya dunia dan segala halang rintangannya. 

Seperti halnya berharap pada orang terkadang kita akan dikecewakan, dibuat buta karena harapan, dan dibuat menyesal karena harapan yang tak kunjung terwujud. Namun, satu hal yang ingin ku beritahukan kepada teman-teman semua, bahwa harapan itu sungguh ada, namun bukan berharap pada manusia tetapi pada Tuhan.

Karena pada akhirnya manusia selalu mengecewakan sedangkan Tuhan tidak akan mengecewakanmu, yang akan diberikannya adalah yang terbaik bagimu. Manusia sekali dua kali tetap mengecewakanmu sedangkan Tuhan tidak memberimu kekecewaan tetapi pelajaran yang mana bisa kau pakai dan jadikan prinsip hidup.

Berbicara tentang prinsip, harapan dan kekecewaan ini takkan pernah ada habisnya, selalu saja ada topik yang bisa dijadikan alasan mengapa kau kecewa, mengapa kau berharap, dan mengapa kau berprinsip begini dan begitu. 

Sekarang, bagaimana kamu menghadapi dunia yang penuh dengan kekecewaan ini? yang penuh dengan berbagai masalah dan tantangan dalam hidup. Hidup yang keras bisa saja membawamu pada kebahagiaan yang kau idamkan atau bisa juga membawamu ke keterpurukan yang mendalam. 

Diam dalam suka, atau diam dalam luka, itu pililhanmu. Prinsip hidup dibenamkan dalam lubuk hati yang paling dalam namun jangan terlena karena pada akhirnya kemenangan  dalam hidup bukan didapat dari prinsip yang kau tanam namun dari percayamu pada Tuhanmu. Ingat, berpegang pada prinsip yang teguh bukan berarti kamu lemah, namun kamu harus lebih kuat dari siapapun di dekatmu karena prinsip tersebut. 

- Bryan Nakupenda

Post a Comment

0 Comments