SEPTEMBER: ANTHOLOGY POETRY BAGIAN 9-10

September ceria, semoga berkah bagi kita yang mencari rezeki selama pandemi covid19 ini, semoga yang sakit bisa sembuh, semoga yang sedang mengerjar cita-cita bisa tergapai, yang sedang mengikuti tes cpns atau yang sedang mencari pekerjaan semangat ya. Jangan mudah menyerah, jangan mengeluh, terus minta pada Tuhanmu. Ia kan menjawabmu dengan caranya yang ajaib.


September ini penuh cerita, bagiku ini adalah salah satu bulan bersejarah. Kenapa? Karena di bulan ini aku menjadi seorang juara di PON XIX, bulan September ini membentuk satu rangkaian indah dalam hidupku berturut-turut dari bersama bulan Juli dan Agustus kemarin.

Okay, itu sedikit cerita singkat tentang bulan September, di artikel pertama bulan September kali ini saya akan kembali membagikan Anthology Poetry Nakupenda-ku yang telah lama tidak aku update di blogku ini, jadi tanpa basa-basi mari kita baca kembali puisi saya ayng telah saya rilis sebelumnya di wattpad.


Anthology Poetry 9. Walau Badai…

Walau badai masalah

terus menerjang sekalipun

aku 'kan tetap bersama denganmu selamanya

walau berat sekalipun

akan kulakukan yang terbaik

'tuk tetap memilikimu...

 

Aku akan membuatmu bahagia

meski kini

kau belum menemukan bahagia itu

kaulah cinta terakhirku,

cinta sejatiku,

cinta matiku,

hingga akhir ku menutup mata nanti

aku akan tetap mencintai

 

Pagiku 'kan indah jika bersamamu

malamku kan indah jika melihatmu disamping permbaringanku

aku akan melindungi dan menjagamu selamanya

meski berita buruk menimpa kita


- Bryan Nakupenda –

 

Anthology Poetry 10. Tak ada yang abadi

Waktu tak pernah mengerti
apa yang kau kejar
akan ia biarkan begitu saja
ia takkan peduli
kau mampu atau tidak
ia hanya akan berikan kamu kesempatan
untuk berusaha atau merelakan

Sekejam itu waktu menyiksamu
jika tak kau syukuri
kau 'kan tenggelam
dalam luka yang dalam
maafkanlah

Lihatlah duka ini
waktu menginjinkanmu menangisinya
menangislah sekuat tenagamu
hingga akhirnya kau lelah
hingga akhirnya kau capek
hingga akhirnya kau ingin menyerah

Lihatlah pelajaran yang kau dapat
waktu memberikanmu kesempatan
kepadamu untuk mempelajarinya
hingga kau mengerti
hingga kau memahami
hingga kau sadar

Tak ada yang abadi
diatas bumi dan diatas langit semesta ini

 

- Bryan Nakupenda – 

 

Bagaimana? Ada yang tersentuh hatinya? Tidak ada, HAHAHA. Okay, jangan lupa untuk membaca anthology lainnya di wattpadku yah. Search aja Anthology Poetry Nakupenda atau kalau kawan-kawan juga ingin membaca sajak, tinggal search SAJAKUPENDA.

- Bryan Nakupenda

 


Post a Comment

0 Comments