SHARAVASH KARAPETYAN, ATLET DAN PAHLAWAN ARMENIA!

Seorang atlet renang professional sekaligus pahlawan Soviet asal Armenia. Rela mengorbankan karirnya demi tindakan kemanusiaan yakni menyelamatkan nyawa banyak orang.

Awalnya pada 16 september 1976. Kala itu Shavarash bersama adiknya yang juga adalah seorang atlet renang seperti biasa sedang jogging seperti biasa mereka lakukan di sepanjang bendungan Yerevan (Armenia).

Saat itu ia dan adiknya melihat bahwa ada sebuah bus yang kelihangan kendali dan terjun ke dalam bendungan tersebut hingga kedalaman sekitar10 meter, Sharavash yang melihat kejadian tersebut tanpa ragu langsung melompat ke dalam bendungna tersebut dan berusaha menyelamatkan para penumpang yang ada di dalam bus.

Dengan segala upayanya dia berusaha menyelamatkan ke-92 penumpang tersebut, tanpa berpikir akan hal lainnya lagi, bahkan ia menggunakan kakinya untuk memecahkan akca jendela belakang dari bus tersebut.

Setelah berhasil menyelamatkan 36 orang penumpang Shavarash kehilangan kesadaran dan setelah cukup lama berjibaku melawan dinginnya air danau dan pecahan yang menimpanya di kaki dan punggungnya.

Tindakan kepahlawanannya itu pun tidak sia-sia karena ia berhasil menyelamatkan 20 nyawa, meski setelahnya ia juga harus terbaring selama 46 hari dan merelakan karirnya sebagai atletnya hilang karena penyakit pneumonia berat dan darah yang telah terkontaminasi racun.

Namun demikian, ia terus berusaha berkompetisi untuk yang terakhir kalinya dan memecahkan rekor dunia untuk yang ke-11 kalinya hingga akhirnya trauma fisik dan psikis menyerangnya dan ia memutuskan untuk pensiun dan menjauh dari air.

Sharavash Karepetyan harus pensiun setelah kejadian tersebut dengan memegang beberapa rekor yakni 17 kali juara dunia, 13 kali juara Eropa, 7 kali juara Uni Soviet, dan pemegang rekor dunia untuk 11 rekor dunia atas namanya.

Bukan hanya berprestasi di bidang olahraga saja namun tindakan heroiknya yang menjadikannya seorang atlet yang besar, bahkan bukan hanya kejadian bus tenggalam itu saja yang menjadikan namanya besar.


“It is something from above that is guiding humanity, you know, something is guiding us. Because at that moment I had to be at the world championships in Hannover. But for some reason my Visa was not ready, because I often won they didn’t grant me one for the competition on time, so I left bitter and went training when the crash happened.”

-Sharavash Karapetyan  

Pada 19 Februari 1985, Shavarsh kebetulan berada di dekat sebuah gedung yang terbakar (gedung olah raga terkenal Soviet Armenia), yang mengakibatkan banyak orang terperangkap di dalamnya. Dia bergegas masuk dan mulai menarik orang keluar tanpa pikir panjang. Sekali lagi, dia terluka parah.

Dia menghirup asap beracun dan kehilangan kesadaran karena itu. Semua orang mengira dia sudah mati, tetapi seorang sopir taksi lokal merasakan denyut nadi yang lemah dan membawanya ke rumah sakit. Dia menghabiskan waktu lama di rumah sakit untuk pulih dari luka bakar parah dan menghirup asap.

Sharavash Karapetyan kemudian dianugerahi medali " “For The Rescue of the Drowning” and the Order of the Badge of Honor. Dia juga menerima penghargaan "Fair Play" UNESCO untuk kepahlawanannya. Bahkan sebuah Asteroid sabuk utama, 3027 Shavarsh, yang ditemukan oleh Nikolai Chernykh, dinamai menurut namanya.


*disadur dari berbagai sumber

Post a Comment

0 Comments