SE'I BAUN PUNYA CERITA

Masa pandemi ini sungguh membosankan teman-teman, makanya saya berusaha membuat diri terhibur entah dengan menanam bunga, olahraga, nonton anime bahkan sangking bosannya malah ngajak teman-teman sekolah buat nongkrong.

Seperti dihari sabtu, 20 Juni 2020 lalu, kami nongkrong dirumah saya, yah daripada saya yang harus jalan keluar rumah yah sekalian mereka saja yang datang ke rumahku saja. Lagian sudah lama juga mereka tidak main ke rumah saya kan.

Jadi, pada hari itu kita nongkrong sambil ngobrol ngalor ngidul tentang masa kecil dulu dan segala hal tentang kehidupan yang masing-masing telah kita jalani sambil makan ikan bakar tentunya. Sampai lah pada saat kita janjian mau kemana lagi atau mau makan-makan apa lagi, kebetulan teman saya bernama Reno sangat suka makan jadi yah kita sedikit mengatur rencana untuk pergi makan-makan di minggu berikutnya.

Singkat cerita, kami semua bersepakat untuk pergi makan-makan di Baun, Kabupatèn Kupang tepatnya pergi makan daging Se'i Babi di lapak Om Ba'i. Kami yang sebelumnya berencana pengen bakar-bakar saja tapi ditunda dulu ke minggu berikutnya.

Minggu, 28 Juni 2020, akhirnya saya dan teman-teman meluncur ke Baun, perjalanan siang bolong, padahal lumayan panas hari itu dengan suhu yang mencapai 36 derajat.

Kami menggunakan berencana menggunakan mobil tapi karena hanya empat orang saja yang berangkat akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan motor saja.

Saya bersama teman saya Andi menggunakan motor Honda SupraX, sedangkan teman saya Reno dan Melky menggunakan Yamaha Fino. Perjalanan yang jauh ini tidak boleh disita-silakan begitu sampai disana dong. Sampai di lokasi Se'i tanpa basa basi kami langsung memesan makanan Se'i satu kilo, nasi untuk empat porsi dan minuman untuk empat orang.

Siang itu, tempat Se'i Om Ba'i ini lagi ramai ya, tapi berhubung kami memesan makanan untuk porsi yang kecil dibanding tamu yang lain, jadi yah kita duluan yang dilayani. Kami tanpa aba-aba langsung makan hingga tak ada yang tersisa.

Malahan setelahnya kami masih tambah Se'i setengah kilo lagi, gila sudah kayak orang kelaparan. Selesai makanan kami masih nongkrong sebentar sebelum pulang. Tetapi sebelum pulang pun kami masih singgah untuk minum kelapa muda di keluarganya Melky yang ada di Baun.

  

Wah.. Nikmat sekali rasanya, kombinasi yang pas antara Se'i dan kelapa muda. Perut penuh sesak. Seolah tak mampu berbuat apa-apa lagi. HAHAHA

Selesai makan kami langsung pulang, hari yang indah. Namun pulang dalam kondisi terlalu kekenyangan ini juga tak mengenakan karena malamnya jadi tidak berselera untuk makan. Jadinya kami hari itu hanya makan sekali itu saja. HAHAHA

Oh, iya dalam perjalanan pulang saya juga tidak lupa mengambil beberapa gambar sebagai koleksi saya, dengan langit sebagai objek utama. Cuaca yang sedang cerah mendukung saya untuk bisa mendapatkan gambar yang bagus. Mantap jiwa teman-teman.

Dari perjalanan ini saya ingin mengajak teman-teman kalau mau menikmati daging Se'i dengan rasa yang nikmat silakan meluncur ke Se'i Om Ba'i di Baun saja, karena sudah teruji kualitasnya. Dagingnya lembut enak digigit, aroma makanannya yang alami, hmm tiada tara dan juga jangan lupa nikmati dengan kelapa muda yang segar sebagai teman yang paling komplit.

 

Dan jangan lupa untuk bersenang-senang dengan teman-teman anda, karena yang akan kalian rindukan saat masa tua nanti adalah saat-saat anda bersama teman-teman menikmati masa muda.

 - Bryan Nakupenda


Post a Comment

0 Comments