MOTOGP FANBOY! MARQUEZ FANBOY!

Efek dari pandemic covid19 ini juga menyerang event balap motor kelas atas MotoGp, setelah harusnya digelar di Qatar pada maret lalu dan mengalami penundaan akhirnya balapan motogp kembali pada 19 Juli 2020 lalu.

Semua insan penyuka olahraga balapan tentunya sangat tidak sabar menunggu balapan ini, mengingat banyak sekali event yang tidak jadi digelar atau batal karena adanya pandemi, bukan main karena dunia benar-benar tidak banyak melakukan apa-apa selain harus melawan pandemi ini.

V. Rossi Vs Sete Gibernau

Ada cerita menarik nih tentang pembalap kesukaan saya dalam balapan motogp, entah kebetulan atau tidak namun semua ini berawal sejak sekitar tahun 2002 dimana saya pertama kali mulai menonton motogp setelah di rumah dipasangi tv kabel. Motogp waktu itu ada di stasiun televisi lokal bernama TV7 yang waktu itu belum merger dengan Trans TV.

Singkat cerita saya menyukai menonton balap motogp ini namun saat semua anak seumuran saya atau teman bermain saya sangat menyukai pembalap kenamaan seperti Valentino Rossi yang saat itu bak dewa baru di motogp, Max Biaggi yang sangat lihai dalam menunggangi motornya, Marco Melandry, Nicky Hayden dan lainnya. Saya malah tidak mengidolakan salah satu dari mereka, dalam hal ini saya tidak ingin sama idolanya dengan anak lainnya.

V. Rossi Vs Max Biaggi

Nicky Hayden Memenangi MotoGP 2006

Danni Pedrosa
Danni Pedrosa

Saya mengetahui satu pembalap yang sempat menjadi rival kuat dari Valentino Rossi yakni Sete Gibernau, sempat mengidolakan dia namun karena karirnya di mototgp juga tidak terlalu panjang saya pun juga tidak lama mengidolakan dia.

Sampai akhirnya VR46 atau Valentino Rossi berpindah tim, disini saya mulai menemukan kesukaan saya dimana saya bukannya mendukung pembalap namun lebih seperti mendukung sebuah tim, entah kenapa saya sangat suka dengan manuver pilihan pembalap dari tim pabrikan Honda yang saat itu bisa dibilang sangat keren.

Marco Melandri
Casey Stoner
Marco Simoncelli

Selepas kepergian Rossi, tim Honda memasukan Dani Pedrosa sebagai tandem dari Nicky Hayden, untuk informasi saja bahwa Nicky Hayden ini awalnya adalah tandem dari Rossi yang akhirnya mampu mengalahkan Rossi di musim 2006.

Dani Pedrosa adalah juara dunia kelas 250cc kala itu, masuk ke salah satu tim terbesar di motogp, dan duetnya bersama Nicky Hayden mampu mengakhiri dominasi VR46. Setahun berselang mulai bermunculan pembalap bertalenta lainnya seperti Casey Stoner dan Jorge Lorenzo yang kemudian menjadi rival seklaigus lawan berat dari VR46. Tim Honda juga mendatangkan pembalap sekelas Andrea Dovisiozo.

Danni Pedrosa, Andrea Dovisiozo dan Casey Stoner

Rossi Vs Lorenzo

Dalam sedekade terakhir VR46 atau Rossi sudah seperti ikon yang tidak bisa digantikan lagi di balapan motogp ini, namun demikian meski banyak orang menyukainya saya tidak termasuk didalamnya, entah kenapa saya ini anti mainstream sekali dalam mengidolakan sesuatu atau seseorang. Meski kehadiran Casey stoner dan Jorge Lorenzo mampu menahan laju larinya VR46 namun saya juga tidak mengidolakan mereka.

Saya menyukai gaya balap yang tidak takut mati alias pembalap yang lebih berani mengambil resiko karena pikiran saya satu, kenapa tidak ada yang berani menantang Rossi secara terang-terangan? Saya bahkan selalu mendebatkan bahwa saya bukannya membenci Rossi namun saya tidak suka dia terlalu adidaya terhadap lawan-lawannya. HAHAHA

Alasan yang terlalu mengada-ada saja, apalagi saya ini pecinta motor Honda dan tim pabrikannya, mungkin karena motor yang saya biasa kendarai adalah motor Honda Revo jadinya semakin melekat saja darah Honda dalam nadi saya, eh… HAHAHA

Marquez Vs Rossi

Sampai akhirnya saya menonton salah satu pembalap bertalenta lainnya bermunculan dari kelas bawah, seperti Marco Simoncelli, dan Marc Marquez. Siapa sangka Marco Simoncelli yang digadang akan menjadi ikon baru motogp harus meninggal di tengah balapan dan menyisakan kesedihan bagi semua pembalap termasuk insan penyuka motogp.

Saya sudah menonton beberapa balapan dari Marc Marquez sejak dari kelas 125cc, moto2 dan membuat saya tertarik untuk menjadi fansnya apalagi gaya balapnya sangat nyentrik alias tidak takut mati. Selalu berusaha untuk menjadi yang terdepan.

Saya ingat betul salah satu race yang menjadikan saya jatuh hati dengan gaya balapnya saat balapan di Estoril, Portugal kelas 125cc dimana saat itu the baby alien (julukan Marquez) harus start dari posisi paling belakang karena harus memperbaiki motornya karena terjatuh saat sebelum warm up lap.

Dia membuktikan bahwa dia salah satu pembalap dengan talenta yang luar biasa, meski start paling buncit namun berhasil menyelesaikan balapan dengan kemenangan dan menjadi salah satu miracle moment dalam dunia olahraga terkhususnya dunia balap motor.

Masuk tahun 2013, saya semakin suka dan yakin untuk menjadi fansnya, lihat saja ditahun pertamanya di kelas atas tersebut dia menjadi jawara.  Saya selalu berkoar bahwa dia adalah teman sekolah saya karena kebetulan kami seumuran dan dekat sekali tanggal lahirnya. HAHAHA

Marquez Vs Lorenzo

Akhirnya berjalannya waktu, saya yang sudah menjadi fans motor Honda lebih dulu mendapatkan idola yakni Marquez 'The Baby Alien' Marquez, lucu memang menonton motogp sejak kelas 3 sd namun baru menjadi fans salah satu pembalap ketika berumur 20 tahun.

Saya menjadi salah satu fans motogp yang menyukai gaya balap dari Marquez, tentu banyak polemik yang muncul dengan kehadiran Marquez di motogp namun itu semua bisa jadi hanyalah politik dalam dunia balap motogp.

Marquez saat berada di Kelas Moto2

Saya sih, cukup menikmati setiap proses saja sebagai seorang fans sekaligus penonton, toh dimanapun pasti ada masalah dan polemik yang selalu muncul ke permukaan.

Jadi, lucu juga sebenarnya cerita ini, seorang anak kecil yang menyukai balap namun tak punya nyali untuk membalap. Mengidolakan seorang pembalap setelah 11 tahun menjadi penonton motogp. Tapi untuk diketahui bahwa semua pemablap yang turun ke lintasan patut diacungi jempol karena mereka sangat berani untuk menyajikan balapan yang penuh drama dengan mempertaruhkan nyawa.

Singkat cerita, saya sekarang adalah salah satu Marc Marquez fanboy. HAHAHA

Namun sayang, race pertama untuk kelas motogp kemarin mamang Marquez crash dan harus dilarikan ke rumah sakit karena kabarnya tangannya patah, semoga saja bisa segera kembali ke arena balap. Comeback stronger!

- Bryan Nakupenda


Post a Comment

0 Comments