PERDANA BERBURU BONSAI

Minggu, 21 Juni 2020 dibuka dengan rasa kantuk yang tinggi mendera setelah semalam harus tidur jam tiga pagi karena teman-teman sekolah datang berkunjung di rumah dan kita makan bareng sambil ngobrol-ngobrol setelah terakhir bertemu saat natal dulu.

Hari terasa lambat karena memang badan juga terasa loyo sekali, sudah hampir jam sepuluh pagi baru ada semangat untuk memulai hari, hufft dasar lemah aku ini.

Bangun dari pembaringan langsung bergegas merapihkan rumah yang memang semalam dibiarkan acak aduk aja karena kantuk yang melanda. Setelahnya langsung masak dan makan pagi tapi makannya bukan pada jam sarapan lagi tapi pada jam makan siang. HAHAHA dasar aku tuh gitu orangnya.


Selesai makan langsung dapat panggilan telpon dari calon kaka ipar, kak Oan. Yah ternyata saya lupa kalau sebenarnya hari ini harusnya pergi berburu bonsai atau beringin bersama calon kaka ipar Jimmy Dethan dan Kaka Iwan Ido, ipar dari pacarku. HEHEHE


Dan mereka sedang menunggu saya untuk pergi berburu loh, dasar anak tidak tau diri. Jadi, say sorry trus selama ditelpon dan langsung bergegas siap untuk pergi ke tempat ketemuan di simpang Manulai 1, karena tempat perburuan katanya berada di daerah Manulai 1 atau sekitaran Oenesu.


Saya yang memang sedari tadi belum mandi pun jadi tidak memedulikan lagi harus bergaya bagaimana untuk pergi berburu. Tapi ada satu pesan yang saya ingat, yakni pesan dari pacar saya yaitu tidak boleh itam. HAHAHA


Akhirnya pakaian perang siap, membawa topi, masker, celana panjang, jaket dan tidak lupa menggunakan sepatu karena saya tau kalau pergi berburu menggunakan sendal pastinya ribet yang ada saat masuk ke hutan.


Kurang lebih setengah jam waktu yang saya lalui untuk bisa sampai di tempat berburu tentunya masih bertemu dulu dengan kak Iwan dan Kak Jimmy di simpang Manulai 1.


Lokasi perburuan berada di hutan dekat desa Oenesu, Kupang Barat. Sampai di lokasi tidak lupa kami masih mengobrol sebentar dengan penjaga hutan tersebut yakni Pak Otniel dan Pak Okto, setelah berbincang cukup lama kami pun langsung bergerak masuk ke dalam hutan dari jam satu siang hingga jam lima petang. Woww.. Waktu yang lumayan lama bukan, kalau bukan karena kegelapan yang mulai menyerang mungkin kami bisa lebih alam lagi di dalam hutan.


BACA JUGA: MEMOTRET FOTO MINIMALIS


Dan orang pertama yang mendapatkan hasil adalah saya dong, menyenangkan hati saya dong. Setidaknya untuk Kak Iwan dan Kak Jimmy itu adalah hal biasa namun saya bahagia atas apa yang saya capai.


Setelah bergelut cukup lama yakni setengah jam untuk menggali hingga akarnya terlihat, saya pun berusaha mengeluarkannya dari tanah sambil menjaga agar akarnya jangan sampai rusak. Dan pergelutan itu membuahkan hasil yang baik, kak Jimmy dan Kak Iwan yang sudah lebih dulu melanjutkan perjalanan nampaknya sudah mendapatkan beberapa bonsai keren juga, mereka menapaki gunung batu yang lumayan tinggi loh, sekitar seratus atau duaratus meter tingginya dari tempat saya menggali bonsai tadi.


  


Saya menyusul mereka hingga keatas dan mendapatkan beberapa bonsai tambahan lagi disana, tidak lupa juga saya mengambil beberapa gambar dari puncak gunung batu tersebut. 


Bonsai kedua saya dapatkan dengan tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga karena memang 'bonggol' atau akar yang telah menua telah keluar dari tanah dan akarnya pun yang di dalam tanah tidak banyak jadi mudah saja, sekitar lima belas menitan sudah selesai.



Lanjut pencarian bonsai, dan akhirnya saya menemukan beringin, berada di pinggir tebing gunung batu tersebut, menempel pada batu karang teguh, dan kali ini saya disuguhkan kesabaran tingkat tinggi demi bisa mendapatkan beringin tersebut, bukan main hampir sejam lebih memahat batu dan mengambil beringin tersebut.


Padahal ukurannya tidak terlalu besar namun karena menempel pada batu karang sehingga menjadikannya sulit diambil.


BACA JUGA: INDAHNYA GUA KRISTAL KUPANG!


Selesai beringin didapatkan, nampaknya hati masih ingin menambah lagi entah bonsai atau beringin, mana saja sepertinya bakal membuat hatiku senang. Eitss... Tidak lupa juga, saya beristirahat makan dan minum, memang sejak sebelum datang saya sudah menyiapkan Kujawas atau jambu biji untuk dimakan saat sedang berburu dan beberapa gelas minuman mineral. Tidak lupa juga, tetap menjaga kebersihan lingkungan jadi saya langsung menyimpan gelas minuman mineral ke dalam tas ransel saya.



Perburuan berlanjut, setelah berkeliling cukup lama akhirnya saya mendapatkan bonsai yang bisa dibilang sangat keren, bonsai apa namanya saya lupa, hehe saya lupa menanyakan namanya pada kak Iwan. Akhirnya, saya mengambil alat dan mulai bergelut demi dan kali ini memakan waktu yang lebih lama karena pohon bonsai ini selain berukuran besar, dia juga menempel pada bau dan akar-akarnya pun berukuran besar sehingga lebih sulit untuk diambil. Tantangan terbesarnya bukan hanya itu, yakni bonsai ini berada di tepi tebing sehingga untuk menggali sangat menguras tenaga. Beberapa gelas minuman saya tenggak, beberapa buah kujawas saya habiskan demi menambah tenaga agar bonsai ini bisa diambil.


Dan akhirnya, setelah lebih dari sejam bergelut bonsai ini saya dapatkan dan saya langsung pergi berkumpul dengan kak Iwan dan Kak Jimmy. Mereka pun susah puas dengan hasil perburuan mereka hari ini.



Namun tantangan tidak hanya sampai disini, karena ternyata kami harus memikul semua bonsai dan beringin sambil menuruni gunung batu dulu. HAHAHA


Menghabiskan perjalanan yang lebih lama karena beban yang dipukul hingga kami sampai di kendaraan kami dan bergegas pulang ke rumah masing-masing. Oh iya, Kami semua senang dengan hasil yang kami dapatkan karena ini sudah menjadi bekal buat kami sendiri untuk bisa menjadi orang yang lebih menggilai bonsai dan beringin.


Berselang dua hari setelah direndam dalam air, saya pun langsung menanamnya dalam wadah seadanya dulu, berhubung belum ada pot jadi yah pakai barang bekas saja dulu yakni bokor air bekas yang telah rusak. HAHAHA


Menanamnya pun bukan hanya menggunakan tanah saja, saya juga menggunakan sekam padi yang telah dibakar, juga dicampur dengan pasir. Penggunaan pasir dapat mencegah air menggenangi akar terlalu lama. Tanah yang dipilih pun usahakan adalah tanah gunung atau tanah merah yang digembur.


 

 

Bagaimana, menarik tidak cerita perburuan bonsai dan beringin kali ini? Ini pengalaman pertama saya loh, HAHAHA


Lagian, saya sangat menikmati kok, kalau teman-teman mau bergelut juga dalam perburuan ini, ayo kita sama-sama menikmati mendaki gunung lewati lembah, masuk keluar hutan demi untuk meningkatkan kebahagiaan pribadi kita, apalagi selama Covid19 ini banyak waktu yang tersedia. Jadi, jangan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang ada.

Lewati dulu setiap prosesnya, nanti juga bakal senang dan bakal menikmatinya.

 - Bryan Nakupenda

0 Komentar:

Post a Comment

Silakan berkomentar secara bijak atau sesuai topik pembahasan...