Mengawali bulan maret dengan penuh semangat luar biasa. Seperti biasa sebagai seorang pelatih sebuah dojo tentu sangat bersemangat menyambut bulan maret ini, karena di bulan ini akan diadakan Kejuaraan antar dojo internal Perkemi se-Kota Kupang yang pertama untuk tahun 2020.

Sudah sejak awal tahun Dojo Airnona mempersiapkan diri untuk menghadapi kejuaraan ini, tidak bisa dipungkiri lagi setelah bulan oktober dan November tahun lalu bisa menjadi juara dua umum secara berturut-turut, kenshi-kenshi Dojo Airnona sangat kecewa ketika hanya berhasil menempati urutan empat pada kejuaraan terakhir yang berlangsung di naibonat. Sehingga untuk menutupi kekecewaan itu mereka sangat bersemangat untuk menyambut kejuaraan pertama di tahun 2020 ini.

Namun bukan hanya ada kabar gembira saja yand hadir dengan munculnya kasus COVID-19 ditengah kebahagiaan ini menjadikan bulan maret menjadi seperti kebahagiaan dalam suasana yang mencekam.

Lihat saja, sejak gerakan #SocialDistancing atau #Dirumahaja untuk pencegahan virus tersebut agar tidak memakan korban lebih banyak, tempat-tempat yang biasanya ramai pengunjung atau ramai orangnya menjadi sepi. Gereja, masjid, rumah ibadah lainnya, tempat perbelanjaan dan event dan aktifitas lainnya menjadi sepi dan bahkan tertunda atau dibatalkan. Sebuah pendemi yang mengerikan.

PERDANA JUARA UMUM
Sejak awal tahun tabuh gendang persiapan menuju kejuaraan tersebut telah dibunyikan, tentu saja disertai berbagai kendala dalam mempersiapkan mereka. Mulai dari yang izin untuk tidak datang latihan karena harus pergi latihan menari, les, sakit, dan berbagai hal lainnya yang menghambat proses latihan. Tentu saja ada hukuman yang menanti demi sebuah alasan yang bisa menjadikan mereka bukan seorang juara.

Kali ini saya coba menerapkan disiplin yang lebih keras bagi setiap kenshi, bila biasanya yang telambat dan yang tidak membawa air hanya dibiarkan saja maka kali ini saya menghukum mereka dengan 25x push up untuk setiap pelanggaran. Dan akan dikalikan dua jika masih melakukannya lagi, tentunya bukan untuk gaya-gayaan hukuman ini tetapi untuk melatih mereka menjadi lebih disiplin.


Singkat cerita waktu yang dimiliki tersebut benar-benar dimanfaatkan dengan baik sehingga tidak ada keraguan saat memasuki arena pertandingan. Apalagi ajang tersebut merupakan pintu masuk untuk pelajar SMP dan SMA yang akan mengikuti kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau POPDA 2020 dan Kejuaraan Border Championship di Atambua.

Minggu, 15 Maret 2020, merupakan hari yang indah bagi Dojo Airnona, karena untuk pertama kalinya menjadi Juara Umum 1 sejak dojo ini berdiri 11 Februari 2017 aktif mengikuti kejuaraan antar dojo. Dengan bermodal kekuatan 41 orang kenshi, Dojo Airnona mengguncang Gedung Serbaguna Koni, tempat pertandingan berlangsung dengan merebut 21 medali Emas, 12 Medali Perak dan 7 Medali Perunggu.

Puji Syukur dan limpah terima kasih saya sebagia pelatih ucapkan kepada Tuha Yesusu Kristus yang telah banyak berperan penting dalam persiapan selama ini. Meski jath bangun dalam mempersiapkan namun Dia selalu menopang untuk  dapat berprestasi.

Luar biasa dan bahagia tentunya  karena hasil dan prestasi yang membanggakan ini. Sepintas terlihat wajah bahagia bukan hanya dari kenshi-kenshi yang telah berjuang di arena pertandingan namun juga dari semua orang tua kenshi yang telah mendukung anak-anak mereka untuk berlatih lebih rajin demi menjadi seorang juara.


Ya, itu terlihat dari ekspresi mereka saat pembacaan juara umum, para orang tua berlompat gembira datas hasil yang dicapai. Dan ini menggambarkan betapa kuat ikatan yang dibangun, ah, maaf ini hanya penilaian pribadi saja. Hahaha

Tentunya prestasi yang dicapi dan merupakan pertama kalinya ini menjadi sebuah rekor karena sebagai dojo kecil ada sebuah konsistensi yang dipertahankan, yakni menciptakan atlet berprestasi penerus atau pengganti atlet senior. Namun, tetap masih banyak kekurangan ayng dimilik dan juga prestasi ini juga bukanlah patokan untuk bisa tetap diatas. Maka dari itu semua elemen baik dari pelatih, kenshi, dan orang tua juga harus tetap solid.

PANDEMI COVID-19

Sedang bergembiranya hati atas keberhasilan menjadi juara umum harus sedikit tertahan karena hadirnya Corona virus yang sedang mendunia sejak bula januari kemarin. Kejuaraan tanggal 15 Maret 2020 menjadi kumpul-kumpul terakhir kensi-kenshi Dojo Airnona karena adanya pandemi ini.

Bukan main virus ini, sudah membunuh ribuan orang  dan Indonesia sendiri telah mencapai seribu lebih kasus corona virus dan telah membunuh lebih dari seratus orang sejak diumumkan kasus pertama pada 1 maret 2020 kemarin.

Apa itu Corona Vitus atau COVID-19?


Menurut situs Corona.Jakarta.go.id, Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala klinis yang muncul beragam, mulai dari seperti gejala flu biasa (batuk, pilek, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala) sampai yang berkomplikasi berat (pneumonia atau sepsis).

Penaykit ini adalah penyakit menular dari satu individu ke individu yang lain. Sehingga langkah yang saya ambil sehabis kejuaraan adalah tidak latihan untuk sementara waktu atau tidak kumpul-kumpul dulu. Ini juga merupakan sebuah instruksi yang diamanatkan langsung oleh ketua PB PERKEMI.

Bagaimana COVID-19 Menular?
COVID-19 adalah penyakit baru dan para peneliti masih mempelajari bagaimana cara penularannya. Dari berbagai penelitian, metode penyebaran utama penyakit ini diduga adalah melalui droplet saluran pernapasan dan kontak dekat dengan penderita. Droplet merupakan partikel kecil dari mulut penderita yang dapat mengandung virus penyakit, yang dihasilkan pada saat batuk, bersin, atau berbicara. Droplet dapat melewati sampai jarak tertentu (biasanya 1 meter).

Droplet bisa menempel di pakaian atau benda di sekitar penderita pada saat batuk atau bersin. Namun, partikel droplet cukup besar sehingga tidak akan bertahan atau mengendap di udara dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, orang yang sedang sakit, diwajibkan untuk menggunakan masker untuk mencegah penyebaran droplet. Untuk penularan melalui makanan, sampai saat ini belum ada bukti ilmiahnya.

Melindungi Diri dari Covid-19

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah atau membantu menghentikan penyebaran coronavirus, antara lain:

Hal yang Harus Dilakukan
https://corona.jakarta.go.id/img/logo/do-kerja-dari-rumah.png  
1. Tetap tinggal di rumah; bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah
2. Cuci tangan dengan sabun dan air minimal 20 detik atau gunakan hand sanitizer berbasis alkohol minimal 60 %
3. Bersihkan dan disinfeksi permukaan benda yang sering disentuh

4. Tutupi mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan tisu atau siku bagian dalam
5. Kenakan masker hanya jika Anda sakit. Ganti masker secara berkala dan tetap tinggal di rumah
6. Terapkan pola hidup sehat dengan makanan bergizi dan olahraga

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan


Berada dekat dengan orang yang sedang sakit, batuk atau bersin
Menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan telapak tangan
Menimbun masker
Bepergian ke luar rumah saat sedang sakit

Mengalami Gejala Mirip COVID-19

Hubungi nomor layanan COVID-19 di 112, 081 112 112 112 dan 081 388 376 955
Kenakan masker (tipe masker bedah), dan ganti secara berkala, agar tidak menular ke orang lain
Batasi menerima tamu di rumah, hindari kontak langsung dengan tamu untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas
Tetap tinggal di rumah jaga jarak dengan orang lain termasuk anggota keluarga
Minta bantuan teman, anggota keluarga, atau layanan jasa lain untuk menyelesaikan urusan di luar rumah
Lakukan ini semua selama 14 hari untuk membantu mengurangi penyebaran virus



Dibalik smeua kejadian ini, kita semua bisa mengambil hikmah ayng mendalam yakni, ini menjadi sebuah bentuk kasih saynag Tuhan kepada kita, betapa tidak, Tuhan ingin kita me-refresh alam kita karena kehancuran yang telah dilakukan oleh umat manusia.

Tuhan ingin kita mengingat Dia yang menciptakan kita, bumi dan segala isinya ini. Atas kesalahan dan kelalaian kita yang tidak menghargai ciptaannya. Bahagia sepantasnya dan bersedih speantasnya itulah yang ingin diajarakan. Disaat kita bahagia terkadang kita lupa bahwa Dia yang member kebahaagian itu, disaat kita sedih kita lupa bahwa dia sedang mencobai hati kita.

Dia memberi Dojo Airnona Juara Umum 1 namun Dia juga mengajarkan pada kenshi-kenshi yang latihannya setengah-setengah untuk harus lebih tekun agar bisa juga menjadi juara. Dia memberikan Covid-19 untuk mengajarkan kita bahwa manusia boleh saja berencana namun kehendakNya lah yang jadi.

Mungkin ini cerita singkat tentang maret 2020 yang penuh rasa bahagia dan haru, semoga april bisa menjadi cerita yang lebih baik lagi. Mari berharap smeoga Covid-19 bisa segera ditemukan vaksinnya dan semoga semua aktfitas bisa kembali seperti sedia kala.
Tuhan menyayangi kita semua.

Oh iya, ada cerita juga di bulan maret ini dimana pagar rumah yang saya dan teman kerjakan selama sbeukan ini. hahaha tapi nanti aja deh ceritanya yah. Next month!!!





Banyak rintangan dan halangan yang dilalui, memang benar, segala perkara dapat kulalui didalam dia yang memberi kekuatan. Dojo SDG AIRNONA 1 (Dojo Airnona) yang pada hari selasa, 12 Februari 2019 lalu genap berusia tiga tahun. Perjalanan yang cukup panjang untuk sebuah dojo, bukan?

Jatuh, bangkit, jatuh lagi, bangkit lagi. Itulah perjalanan yang ingin saya ceritakan. Dimulai dengan latihan yang awalnya hanya berjumlah 19 orang kenshi, berkembang menjadi sangat banyak hingga seratus lebih kenshi yang datang latihan, dan setelah melewati proses yang berkata bahwa menjadi seorang kenshi generasi penerus adalah mereka yang bertahan setelah melewati proses panjang entah latihan yang rumit, ujian kenaikan tingkat maupun setelah mengikuti pertandingan. Dari sinilah muncul bibit-bibit generasi penerus kempo Nusa Tenggara Timur yang tangguh.


Mereka yang telah melewati proses seleksi alam dalam lingkungan dojo inilah yang menjadi tulang punggung di Dojo Airnona. Yang telah menikmati dipukul mentalnya untuk menjadi atlet yang tangguh dan luar biasa. Yang ditempa dengan keras demi sebuah prestasi yang mutlak.

  

Suka duka saat melatih di Dojo Airnona?
Bermodal keberanian belum tentu bisa bertahan, sebagai salah satu dojo kecil pasti selalu ada kerikil yang bisa melemahkan saya sebagai pelatih, dimulai dari bantuan asisten pelatih yang datang dan pergi begitu saja, asyik kek lirik lagu aja. 

Bermodal teknik juga belum cukup. Panjang sabar adalah kunci, dengan melatih anak-anak di dojo saya dihajar, iya dihajar bukan diajar, dihajar untuk lebih sabar menghadapi anak-anak yang mana rata-rata masih berada pada usia bermain, harus sabar membangun daya tangkap mereka terhadap teknik-teknik yang saya ajarkan, harus sabar terhadap keluhan mereka dan berbagai hal lainnya.

Yang awalnya sekadar mengamalkan amanat sang pendiri Kempo di NTT kini berubah menjadi sebuah kesukaan karena telah mencintai anak-anak yang rajin latihan, meski di tengah jalan selalu ada hambatan tapi menjadi sebuah pelajaran penting untuk berkembang menjadi pelatih maupun kenshi yang lebih baik lagi dalam mengembangkan kempo.

Hasilnya?
Proses itu tidak mengkhianati hasil, iya, benar adanya loh. Awalnya tertatih-tatih kini sudah bisa lebih lega, meski sebagai pelatih masih banyak kekurangan. Merangkak perlahan, menghadapi rintangan, berjalan perlahan beriringan dengan halangan dan berlari melompat cobaan yang ada di depan.


Hati gundah kadang melanda ketika musim ujian sekolah mulai tiba, atau musim hujan yang lebat menyerang, namun tak pernah saya ingin mengalah karena sebagai pelatih menyerah berarti kalah, dan tentu saja mengevaluasi diri juga adalah hal terpenting yang harus saya lakukan setiap saat.


Setiap kekurangan pasti ada yang bisa dikembangkan menjadi lebih baik. Begitupun setiap kelebihan masih bisa dikembangkan untuk jadi lebih dan lebih hebat lagi. Seperti halnya dalam berprestasi, Dojo Airnona selalu berupaya melakukan yang terbaik di setiap kejuaraan yang dihadapi. Seperti target tahun lalu yang mana saya hanya berharap untuk masuk lima besar Dojo terbaik di Kupang dan hasilnya sangat memuaskan dong.

 

Dojo Airnona memberikan prestasi terbaik dengan dua kali juara umum dua. Hebat, bukan? Oh, tentu saja, meski masih kalah dari dojo-dojo lain di Kota Kupang tapi ada kepuasan yang luar biasa terasa dihati.

Rencana ke depan?
Rencana ke depannya, ya, saya secara pribadi sebagai pelatih berharap bukan hanya saya yang bisa berprestasi tinggi di olahraga ini, tetapi mereka juga. Ya, selain menjadi jawara di kejuaraan antar Dojo Se-Kota Kupang, saya juga berharap kenshi-kenshi Dojo Airnona bisa menjadi jawara di tingkat kota/ Kabupaten selanjutnya bergerak ke tingkatan yang lebih tinggi yakni menjadi jawara di level nasional dan sampai juga menjadi jawara di kejuaraan tingkat PON ataupun kejuaraan dunia. Semoga saja.

Mari berharap penuh dengan kesabaran, karena tak ada buah yang jatuh jauh dari pohonnya, bukan?

Selain itu, saya juga berharap Dojo Airnona bisa menjadi salah satu Dojo penggerak semangat baru bagi kenshi-kenshi di Kota Kupang, yang semangat berlatihnya luar biasa dan siap menjadi generasi pendulang medali di setiap kejuaraan tentunya.


Penutup!!!
Dengan penuh semangat persaudaraan, semoga Dojo Airnona tetap terhjaga semangatnya baik pelatih, kenshi-kenshinya maupun orang tua yang selalu sabar mendukung, meskipun masih banyak kekurangan namun Dojo Airnona selalu berusaha maksimal untuk bisa berprestasi.

Semoga Dojo Airnona semakin kompak, semangat persaudaraannya makin erat dan tetap mengandalkan Tuhan. Oh iya, Dojo Airnona juga mengadakan syukuran hari Minggu, 16 februari 2020 lalu loh, kita tidak melupakan Tuhan, karena kami tahu bahwa Dojo Airnona tetap eksis menjadi salah satu dojo baru yang ingin berprestasi tinggi adalah lewat tumpang tangannya Tuhan kepada Dojo Airnona. Bravo Dojo AIrnona!

DIRGAHYU DOJO AIRNONA!!!