Dunia olahraga Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya Shorinji Kempo kembali berduka. Setekah tahun 2017 kehilangan sosok pendiri Sensei Barnabas nDjurumana, 2019 kemarin juga kehilangan Senpai Samuel Untung salah satu sosok penting bagi nomor randori (tarung). Di tahun 2020 ini Kempo NTT kembali kehilangan salah satu pahlawan olahraga asal NTT yang telah berpulang kepada sang khalik, pahlawan itu bernama Siti Nurhayati Alil atau biasa disapa Senpai Nur. Yang memilik berbagai prestasi baik regional, nasional maupun internasional.

Selasa, 18 Februari 2020 bertempat di RS Siloam ruangan kelas II D1 menjadi saksi betapa kuatnya Senpai Nur yang telah berjuang keras melawan penyakitnya selama ini menghembuskan nafas terakhirnya.



Senpai Nur merupakan seorang putri terbaik Alor kelahiran Ilawe Desa Alila Timur, sebuah kampung yang jauh dari keramaian kota Kalabahi, dan mungkin kampung ini tidak dikenal oleh orang orang di Indonesia bahkan di NTT, akan tetapi kampung yang kecil dan tidak dikenal ini telah melahirkan seorang atlit berprestasi berkelas Internasional.

Sebuah cerita yang sangat menyedihkan karena ditinggal sang pahlawan, yang mana bagi sebagian kenshi/ atlet Kempo Nusa tenggara Timur remaja saat ini Senpai Nur merupakan idola yang selalu menjadi panutan.



Bukan main, prestasi yang diraih Senpai Nur, sejak masa mudanya ia telah mengukir prestasi dunia dengan meraih juara dunia kempo di Jepang yang mana pada saat itu untuk nomor embu bagi Pengprov Perkemi NTT masih sangat seret prestasi. Ia seolah telah membuka jalan dan membuka mata dunia bahwa kenshi NTT bisa berprestasi internasional.

Setelahnya setelah melewati penantian yang panjang Kempo NTT di Nomor Embu mulai mendulang medali yang cukup signifikan. Dimulai dari ia yang mulai dipasangkan dengan Jenneth Dethan dan berhasil meraih medali emas kejuaraan di Jepang kemudian masih ditahun yang sama yakni tahun 2011, Senpai Nur bersama Jenneth Dethan, Rini Samol dan Anna Yunita Gelu meraih medali Emas di Sea Games XXV Jakarta 2011.

 

Senpai NUr juga meraih perak di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 pada nomor berpasangan dengan Jenneth Dethan namun yang momen bersama tiga orang rekannya yakni Jems Pah, Marcel Pah dan Jenneth Dethan merupakan momen salah satu momen bersejarah bagi PERKEMI NTT. Senpai Nur tampil sebagai pemecah telur dan pemecah rekor nomor embu yang pertama kali meraih medali emas di PON XVIII 2012.

Kemudian ia kembali mempertahankan medali emas PONnya dengan meraih medali emas lagi dan merupakan medali terakhir yang bisa dipersembahkan bagi Nusa Tenggara Timur yakni medali emas.

Saat obor PON mulai dinyalakan sampai beberapa hari kemudian NTT belum juga mendapatkan Emas dari cabang apapun dan akhirnya cabang kempo yang hadir menjadi harapan satu satunya untuk menyumbangkan emas bagi NTT dan Senpai Nur menjadi penyumbang medali emas pertama dari cabang kempo buat NTT, dan sampai pada akhir ajang PON XIX 2020 hanya dari cabang kempo saja yang dapat menyumbangkan 7 medali emas dari cabang Kempo untuk NTT.

 

Sebuah perjalanan hidup dan sebuah karir yang luar biasa dari Senpai Nur, atau yang biasa disapa teman, dan sahabat dekatnya sebagai Azumi Masura.

Selamat jalan Senpai Nur, perjuanganmu untuk mengharumkan nama daerah, bangsa dan negara telah mencapai garis akhir. Namun, kisahmu akan selalu dikenang oleh para generasi penerus sebagai sebuah perjalanan dengan capaian terbaik.


Selamat jalan 'Ratu Embu' NTT
Sang pembuka keran prestasi nomor embu.
Selamat jalan Senpai kebanggaan Perkemi NTT
Selamat jalan Juara PON
Selamat Jalan Juara Sea Games
Selamat jalan Juara Dunia



[DISCLAIMER:
THIS IS MY OPINION, IF YOU GUYS DIDN'T LIKE, THEN LET'S DISCUSS] 

Senin, 10 Februari 2020 menjadi hari bersejarah bagi Joaquin Phoenix yang berhasil menyabet penghargaan aktor pria terbaik di Gelaran Academy Awards Oscar ke-92 di Dolby Theatre, LA lewat perannya sebagai JOKER. Sejak dirilisnya JOKER pada 2 Oktober 2019, film Joker seolah tak berhenti menuai pujian dan penghargaan, efforts yang luar biasa coba ditunjukan oleh semua cast dan crew lewat mahakarya film Joker tersebut. 

Dari keberhasilan inilah hati saya bertanya-tanya, Marvel atau DC yang terbaik dalam franchise superhero? Tentunya dengan dengan intuisi serta penelitian kecil yang saya  lakukan, saya mendapatkan beberapa yang hal yang menjadikan franchise superhero ala DC atau Marvel yang lebih baik. Dan Jawaban saya tentu saja, DC lebih baik dari Marvel.






Ada beberapa alasan yang mejadikan franchise DC lebih baik, yuk simak sama-sama opini pribadi saya tentang, WHY DC IS BETTER THAN MARVEL? 

1. DC COMICS MEMILIKI LEBIH BANYAK SUPERSTAR
Belum seminggu kita mendengar kabar JOKER yang berhasil meraih banyak penghargaan, bahkan hingga ke pagelaran Oscar 2020 di hari senin yang lalu. Penghargaan ini seolah menegaskan bahwa DC menggarap franchise film superheronya dengan serius juga meski telah kalah start dari Marvel yang lebih berhasil lewat 23 filmnya. Namun DC berusaha menegaskan bahwa mereka menampilkan ya dengan punya cara yang berbeda dalam menampilkan karakter-karakter baik sang superhero atau villainnya sendiri.

Lewat Joker, DC berusaha menampilkan bahwa tidak hanya superhero saja yang bisa sukses namun juga villainnya. DC menampilkan superhero ada karena dibutuhkan, contohnya Batman, bahkan di DC ada ikon untuk villainnya sendiri yakni Joker sebaliknya di Marvel tidak ada. Thanos? Hmm.. Apa yang coba ditampilkan oleh MARVEL belum berdampak besar seperti apa yang dilakukan JOKER. 



2. AKSES KE SEMUA SUPERHERO
Tidak bisa dipungkiri lagi DC mempunyai akses yang tidak terbatas untuk semua superhero-nya, karena semua karakter yang ada semua lisensinya. Sedangkan Marvel banyak superhero ‘List-A’ tersebar di berbagai studio bukan hanya di Marvel Studio saja, sehingga Marvel terkendala dalam memperkenalkan superhero mereka.

3. KARAKTER YANG UNIK
DC berusaha menampilkan nilai-nilai sosial, bukan hanya melulu tentang super power saja. Bahkan ada adegan-adegan yang mana menjadikan DC lebih berharga seperti adegan penyelamatan masyarakat yang dilakukan para superhero meski sedang dalam pertarungan melawan villainnya.

DC meski pahlawannya Over Power namun yang menjadi villain adalah manusia biasa yang mampu bersaing bahkan membuat si superhero sampai kepala pusing. Sebut saja Superman lawannya Lex Luthor, Batman dengan Joker. Sedangkan Marvel dengan Villainnya sama-sama memiliki kekuatan super, bahkan mempunyai pola yang sama dimana setiap villain lahir karena superheronya melakukan kesalahan yang merugikan orang lain. Bahkan kekuatan super di Marvel semua kekuatannya hampir setara antar karakter. Example, Captain America yang dihantam Mjolnir malah tidak ada apa-apa padahal kita sendiri tahu bahwa Mjolnir itu bukan senjata dewa biasa. 




4. NILAI SOSIAL DAN PENGARUHNYA
Sementara Marvel unggul dalam hal memberikan film berkualitas, DC lebih unggul dari Marvel secara keseluruhan karena telah menciptakan karakter yang sangat baik, dan inspirasi bagi dunia nyata. Walaupun Marvel memiliki beberapa karakter yang luar biasa termasuk The Incredible Hulk, Spiderman, dan X-Men, DC tidak hanya memiliki karakter seperti ini, tetapi mereka juga telah menggunakan karakter tersebut untuk memberdayakan masyarakat dan dalam arti tertentu, memerangi kejahatan dunia nyata. DC terbukti lebih baik daripada Marvel karena konten khusus yang dibawanya kepada penikmat superhero. 



Keunikan lainnya, DC menambah elemen nilai sosial, sebut saja Batman yang mana hanyalah manusia biasa yang melatih dirinya untuk menjadi hebat. Dia akhirnya menjadi seorang 'main hakim sendiri' karena panggilan dari dalam dirinya karena kejahatan di Gotham City yang semakin meningkat. Ada juga Green Arrow. 

Yah, mungkin ini secruit alasan yang bisa saya jelaskan kenapa DC lebih baik dari Marvel. Tulisan ini bukan karena saya fans DC tetapi lebih ke alasan kenapa DC lebih baik dari Marvel saja. HAHAHA ribet dah jadinya.




DC berhasil dalam keseluruhan pengaruhnya ke dunia sedangkan MARVEL lebih cenderung berhasil hanya di MARVEL CINEMATIC UNIVERSE saja.

Peraih medali PON XIX pose bersama Pendiri PERKEMI NTT dan Sensei George Hadjoh

Beberapa hari yang lalu saya duduk sambil ngobrol sama teman seperjuangan dan kebetulan mereka adalah pribadi-pribadi yang lebih juga lahir sebagai atlet. Bisa dibilang mereka adalah senior saat menjadi atlet namun seperjuangan saat akan mengikuti dua kali event PON.

Pembahasan kami cukup serius, yakni tentang susah senang sebagai atlet dan prosesnya yang sangat panjang. Tentang buah yang matang dipohon saat tiba masa panennya. HAHAHA analogi macam apa ini

Dari pembahasan ini ada beberapa poin yang saya simpulkan, tentunya setelah ngobrol panjang lebar sambil ditemani minuman favorit mereka dikala gundah ataupun dikala lagi pengen senang-senang setelah pensiun sebagai atlet yakni Moke. Dan moke ini tentu saja bukan moke biasa melainkan Moke Raidewa yang katanya kalau dibakar bakalan menyala atau yang biasa orang Kupang bilang 'moke bakar manyala'.


Bicara tentang atlet tentu saja bukan hanya bicara tentang menjadi juara diatas podium saja namun juga tentang betapa pentingnya menjadi atlet yang bisa berdampak bagi sekitar terutama bagi atlet generasi penerus selanjutnya.

Berangkat dari perjuangan para pendiri dan senior Kempo NTT yang bisa dikatakan tertinggal sekian tahun baik dalam teknik maupun strategi melatih menjadikan para generasi penerus saat mendulang prestasi dalam tiga pon terakhir (2008, 2012, & 2016) berpikir untuk kemajuan dan peningkatan prestasi harus ada peningkatan lagi baik dalam metode kepelatihan dan juga sumber daya manusianya yakni Kenshi yang melatih (sensei/ senpai) dengan kenshi yang menjadi atlet.

Tim Beregu Putra saat mengikuti opening ceremony PON XVIII tahun 2012

Sejak berdirinya Kempo di Bumi Flobamorata NTT pada tahun 1978, Kempo NTT berhasil meraih banyak medali hanya pada nomor RANDORI (tarung) di PON sejak pertama kali diraih pada tahun 1993 sedangkan untuk nomor EMBU (teknik) baru bisa meraih satu medali perak di PON pada tahun 2000. Dan sebuah proses yang panjang dibangun oleh Sensei Barnabas nDjurumana dan Sensei George Hadjoh demi mencapai prestasi yang tentu saja gilang gemilang.

PONKalimantan Timur 2008 adalah sebuah contoh perjuangan yang cukup menyayat hati dimana perjuangan yang begitu panjang harus diakhiri dengan tidak meraih hasil yang baik untuk nomor Embu. Nomor randori? Oh tentu saja, masih tetap berprestasi dengan mendulang dua medali emas.


Barulah pada INDONESIA OPEN di Bali pada tahun 2009 Kempo NTT mulai menunjukan taringnya secara perlahan terkhususnya pada nomor Embu dimana generasi yang datang berangkulan dengan para senior-seniornya setelah melewati tempaan sejak usia sejak tahun 2001. Dimana kenshi yang berlaga pada Indonesia Open adalah kenshi binaan yang telah dibina lewat event-event junior dan secara perlajan mulai memikul tanggung jawab yakni MEDALI EMAS YANG PALING UTAMA!

Eh.. jangan lupa minum, tiba-tiba bandar mabar (mabok bareng) marah.

Bacarita tapi sonde ingat minum nih yang bahaya oo, dibalas teman yang lupa menegak minuman karena sudah asyik bacarita.

Hoo..tenang sa oo, b su minum nih

Semua yang lagi fokus dan asyik dengan topik pembicaraan sejenak langsung bakatawa.

Okay, lanjut!

Sejak tahun 2009 tersebut prestasi NTT mulai menanjak untuk nomor embu dan  ini terbukti pada tahun 2011 dimana atlet-atlet dari NTT ada yang dipanggil untuk mengikuti seleksi timnas Sea Games yang mana merupakan pertama kalinya Kempo diikutsertakan. Kemudian NTT secara berturut-turut menjuarai setiap Kejuaraan yang ada baik kategori pelajar atau mahasiswa di level nasional, PON bahkan hingga ke level internasional.


Tentunya ini bukan hanya karena kerja keras atlet dan pelatih namun juga manajemen organisasi yang baik dari PERKEMI NTT yang mana terus menjalin komunikasi dengan para pelatih senior dari PB PERKEMI untuk bisa meng-upgrade teknik. Dan bukan hanya itu saja, semua prestasi itu adalah karena doa dan dukungan dari para orang tua yang selalu mendukung anaknya untuk bisa berprestasi.

Namun dari ke semuanya itu ada faktor lain yang menjadikan prestasi Kempo NTT terus menanjak dan cenderung stabil, dan beberapa faktor berikut merupakan faktor penting dalam meraih prestasi bukan saja di level daerah namun sampai ke level internasional. Dan ini merupakan faktor yang menjadi dasar dari prestasi yang lahirnya melalui proses panjang serta ini juga merupakan testimoni dari para atlet yang telah pensiun.

Para peraih medali emas PON XIX tahun 2016 pose bersama CDM, Pak Andrew Koreh

1.       Percaya Tuhan
Hal pertama yang menjadikan prestasi Kempo NTT terus bertahan yakni karena diajarkan untuk hidup bergantung dan percaya pada Tuhan Yang Maha Kuasa saja. Bicara tentang percaya Tuhan, siapa sih yang tidak percaya dengan Tuhan? Tentunya semua orang yang mengaku memiliki agama pasti percaya. Namun yang ingin lebih ditekankan disini kita membangun hubungan yang lebih erat lagi dengan Tuhan, tujuannya hanya satu yakni demi mendapatkan prestasi yang tertinggi. Akan tetapi hubungan yang erat itu tentu saja tidak semata-mata karena prestasi sehingga kita berusaha mendapatkan perhatian Tuhan namun lebih kepada bagaimana kita bisa hidup dengan hanya mengadalkan Tuhan saja ketika kita menghadapi persoalan hidup. Sebagai contoh setiap malam ketika sehabis makan malam kami tentu saja tidak lupa untuk berkumpul dan beribadah memuji memuliakan nama Tuhan.

2.       Percaya Diri
Kedua, tentu saja percaya diri. Setelah diajarkan untuk percaya Tuhan kami juga diajarkan untuk percaya pada kemampuan diri sendiri, yah bukan asal percaya pada diri sendiri namun harus dibekali dengan kemampuan dan persiapan yang matang. Sebagai contoh PON XIX 2016, kami sudah digodok persiapan kami sejak November 2015 hingga September 2016, yang mana menjadikan persiapan yang panjang itu membawa kepercayaan diri yang tinggi bukan karena lamanya namun karena pengalaman yang terus bertambah lewat latihan tersebut. Sedangkan daerah lain ketika ditanyai malah mereka ada yang baru mempersiapkan diri tiga bulan atau sebulan terakhir menjelang PON.


3.       Tahu Diri
Hal terakhir adalah tahu diri, kenapa hal ini menjadi salah satu faktor? Ini dikarenakan selain telah percaya Tuhan dan percaya diri kita sebagai manusia terkadang lupa bahwa itu semua tidak menjadi jaminan kita akan berhasi, jangan sampai sombong karena terkadang kesemuanya itu juga malah menjadi boomerang bagi kita di arena pertandingan, karena kita bisa saja menjadi yang terdepan dan  terbaik di tempat latihan namun tidak jika kita over-confidence.

Selain itu yang dimaksud dengan tahu diri juga yakni jangan karena sedang mempersiapkan diri menuju arena pertandingan tersu kita malah bertingkah seenaknya pada semua orang seperti merasa semua yang ada dihadapan kita adalah salah dan benar sesuai kemamuan kita. Jangan menyakiti orang lain apalagi ketika yang disakiti sampai membawanya dalam doa’a danterus menyimpannya dalam hati.

Selalu ada boomerang untuk setiap perbuatan kita, kita boleh menjadi hebat di tempat latihan namun tidak jika kita tidak punya ‘attitude’ yang baik. Jagalah persiapan tersebut selayaknya MISI SUCI.

Atlet PON XIX NTT Pose bersama Gubernur dan Wakil Gubernur NTT


Ooopss.. bicaranya kepanjangan yah, sorry , pengaruh efek moke jadinya begini.

“eh..tapi lu sonde minum nah”

“oh iya e, hahaha”

Sebagai penutup ada sedikit pesan.

Menjadi jawara tidaklah semudah membalikkan telapak tangan apalagi menjadi atlet di Bumi Flobamorata ini. Banyak yang melihat keberhasilan seperti mengambil sebuah impian semalam padahal mereka lupa bahwa untuk menjadikannya nyata perlu beribu-ribu malam dalam do’a dan tangisan.

NTT meraih medali emas di Nomor EMbu Pasangan Putri 2/3 Dan

Namun selalu ada prestasi jika kita selalu percaya pada Tuhan dan percaya pada diri serta selalu tahu batasan-batasan diri, karena selalu ada senyuman dibalik proses dan penderitaan yang dilalui yakni “BANGGA BERPRESTASI DAN MENGHARUMKAN NAMA DAERAH TERCINTA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR”.