REVIEW SINGKAT FILM IMPERFECT KARYA ERNEST PRAKASA



Poster Film Iimperfect: Karir, Cinta dan Timbangan

Ernest Prakasa kembali menghadirkan film keluarga buat aku, kamu, dan kita semua. Diliburan natal dan tahun baru kali ini ada IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan yang hadir dengan membawa isu-isu Body-Shaming yang mana memang sangat banyak terjadi di zaman yang sudah sangat serba maju ini.

Bukan main film IMPERFECT ini, penonton dibuat tertawa dan terharu hanya dalam sekejapnya, aktor Reza Rahadian yang tampil sebagai sebagai Dika, pemeran cowok idaman semua cewek Indonesia pada umumnya yang mencintai cewek dengan apa adanya bukan karena ada apanya.

Sedangkan Jessica Mila sebagai Rara, hmmm… tentu saja adalah bintang yang menjadikan film ini begitu berkesan selain karena aktingnya yang juga tidak kalahnya dari Reza. Effort yang ditunjukan dengan menaik turunkan berat badan demi tercapainya role model yang sempurna untuk mencintai ketidaksempurnaan itulah yang menjadi kunci dari film ini.


Film ini menghadirkan seorang perempuan bertubuh gemuk yang berjuang ekstra melawan stigma masyarakat tentang bagaimana semestinya perempuan bersolek. Di mana banyak kasus seperti ini menjadi momok yang menakutkan terutama di media sosoial yang mana kita seringkali tak dapat memahami perasaan satu sama lain.

Hadirnya kuartet ciwi-ciwi lucu yang diperankan Kiky Saputry dkk juga membuat filmnya lebih berwarna dengan jokes ciri khasnya Ernest, tidak ada yang garing dan tidak ada yang terlewatkan untuk ditertawakan. Trio ciwi-ciwi penampilan adalah segalanya menambah indahnya kompleksnya masalah penampilan di zaman sekarang mengingatkan kita bahwa kita hidup di zaman yang semakin kompleks.




Dimana semakin hari semakin besar masalah yang bermunculan jika kita tidak merasa nyaman dan bersyukur atas segala yang kita sedang miliki, film ini benar-benar mengajarkan kita untuk lebih mensyukuri segala kekurangan kita, segala insecurity jadikanlah itu sebuah kekuatan.


Hebatnya Ernest adalah dia menyiapkan script yang luar biasa, penonton sedang dalam terhanyut dalam sedihnya masalah yang dihadapi namun muncul jokes-jokes yang bisa dibilang sangat menyebalkan namun lucu, jokes yang kekinian yang menjadi nilai plus ultra dari film ini. HAHAHA

Source: google.com
Momen diruangan kamar bertiga dalam pertengkaran singkat nan kompleks benar-benar menjadi klimaks dari rasa sedih yang tepat, selain itu masalah lain yang dihadirkan juga membuat ciwi-ciwi diruangan bioskop terlihat matanya sembab sehabis filmnya kelar.

Namun sebagai pencinta film karya-karya Ernest sejak zaman Cek Toko Sebelah, penambahan masalah dalam film sangat rapih tetapi ada adegan yang bisa dibilang bisa ketebak percakapannya dan juga arah dari permasalahannya juga sangat terlihat, yakni saat adegan Lulu dan Reza yang sedang berdua terus terciduk sama Rara adalah adegan yang bisa dibilang umum dipakai.


But overall filmnya sangat keren, sampai-sampai pacar saya gak sabaran untuk nonton film ini, diapun pergi nonton duluan tanpa mengajak padahal biasanya ke bioskop untuk nonton karya-karyanya Ernest barengan. Endingny yah saya juga pergi nonton sendirian dong.
Eh.. Hahaha


But standing ovation for this film, eh kirain saya doang, ternyata banyak loh yang berdiri sembari bertepuk tangan selepas film ini selesai. LUAR BIASA KOH ERNEST!

Semoga karya-karya dengan tema seperti ini terus bermunculan, tidak saja membahas cinta-cintaan namun juga membawa isu-isu sosial yang mana sangat berdampak besar bagi masyakarat. Dan bicara soal film tentu saja juga bicara tentang penilaian penonton atas bagus tidaknya film yang hadir, dan juga menjadi tolak ukur untuk berkarya sih menurutku.


Jadi menurutku, film IMPERFECT: Karier, Cinta dan Timbangan yang dengan berbagai persoalan zaman now ini, pantas dan layak diacungi jempol loh. Jadi yah menurutku film ini pantas mendapatkan rating 9/10. Kerja keras yang luar biasa dari Ernest Prakasa dan Meira Anastasia. Semoga tetap membawa karya yang luar biasa kedepannya. Semoga dunia perfilman Indonesia juga semakin maju.

Review ini didukung oleh Laptop Acer Jadul yang bahkan tak pernah mereview film manapun.

0 Komentar:

Post a Comment

Silakan berkomentar secara bijak atau sesuai topik pembahasan...