A DECADE RELATIONSHIP



Kirain tidak akan bisa, dari nol sama-sama, harus sukses sama-sama, sampai tua juga harus sama-sama dong. Penuh teka-teki memang dunia ini, yang dikiranya bakal gagal ternyata malah langgeng, yang disangka langgeng malah cepat retak hubungannya.

Banyak yang bilang jangan pacaran lama-lama nanti keburu bosan dan tidak jadi nikah, atau orang dewasa di Kupang bilang 'kalo nikah tua anak-anak masih kecil katong su opa-opa'. 😂😂😂 
Aduh.. Pemikiran begini nih yang kadang buat hati sonde tenang 😂😂 mah ame dengan enjoy sa.
Nikah itu bukan persoalan siapa cepat atau takut anak-anak masih kecil dan katong keburu tua, tapi nikah itu soal kesiapan hati, mental dan fisik. Karena semuanya butuh kematangan diri kedua belah pihak dulu, kalau salah satunya tidak siap yah pasti cepat bubar juga dong.

Bagi beta sebagai lelaki nikah itu seperti meninggalkan semua keinginan dan kebutuhan pribadi dengan keinginan dan kebutuhan keluarga. Nikah itu seperti penjara. Yah, meski bukan seperti penjara sebernya juga sih, tapi lebih ke tanggung jawab yang tidak bisa membuat laki-laki sebebas masih bujang.

  


Kenapa penjara? 

Karena laki-laki itu diwajibkan menjadi tulang punggung keluarganya, menopang tanggung jawab yang besar yang bisa diiblang hampir tidak ada sewaktu masih pacaran, seperti mengurus anak, masak dan lain-lain. 
Jadi dinikmati sajalah masa pacaran ini, sepuluh tahun memang bukan baru tapi tujuan menikahkan salah satunya untuk bisa mendapatkan partner hidup yang baik, yang bisa diajak ngobrol baik saat susah ataupun senang, maupun saat kita nanti sudah menjadi opa oma.

Beruntung punya pacar yang memang tidak ingin terburu-buru untuk menikah, dia maunya siap dulu secara finansial dan segala tetekbengeknya.


 

Nanti pas anakmu sudah besar kamu disangka orang-orang lagi jalan sama cucu bukan sama anak?

Lah.. Hubungannya apa coba? Ada yang menikah muda tapi malah harus nunggu bertahun-tahun lamanya baru bisa dapat anak, bedanya apa coba. Sama saja kan. Sama-sama harus tunggu Tuhan memberikan anak ke kita. 


Maka dari itu, setelah sepuluh tahun lebih perjalanan ini beta dan pacar berusaha mendekatkan diri dan lebih saling mengenal satu dengan yang lain agar bisa mengurangi masalah saat sudah berada diatas bahtera rumah tangga. 

Memang kata orang pas sudah menikah baru kita tahu siapa sebenarnya pasangan kita itu, tapi kenapa tidak saat masih pacaran kita sudah berusaha untuk lebih dekat satu sama lain, kan lebih asyik toh.

Cerita singkat ini hanyalah catatan pendek tentang hubungan kami terutama dari sisinya beta sendiri.
Lagian selama sepuluh tahun sebagai pasangan pun katong banyak menghasilkan prestasi, bahkan beta masih yakin sonde ada pasangan yang bisa seperti katong. Khususnya di dunia olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.




Eh.. Tapi jangan berpikir kalo selama sepuluh tahun ini sonde ada masalah e, karena itu ajaib bin mustahil, namanya manusia hidup pasti ada masalah e. Jadi katong berproses trus dan trus sampai nanti katong siap.
Cari pacar itu yang bisa dijadikan sahabat, yang kalo katong susah yah mau ngasih dukungan, atau kalo katong lagi sukses selalu mengingatkan untuk jangan sombong. Keras terhadap pacar itu tidak harus. Tegas? Hah.. Itu baru boleh.

Hmm.. Mungkin sudah terlalu panjang ceritanya e, jadinya bukan cerita pendek tapi cerita panjang. Haha Buat yang mau cari pacar, carilah pacar seperti Bapa/ Mama di rumah, karena yang mengerti katong tuh orang yang sama ke di katong pung rumah. 😁🤗

Kecuali kalau memang sonde cocok dengan orang dalam rumah semuanya. Hehe

Start of the decade vs end of the decade
#decadechallenge #10yearschallenge

2009

2019
😄

Post a Comment

0 Comments