Kota Kupang 


Siapa bilang belajar bahasa itu ribet? Apalagi bahasa Kupang. Bahasa Kupang adalah salah satu bahasa yang mudah dan bahasa Kupang hampir mirip dengan bahasa ketimuran lainnya loh, mudah dipelajari karena sebenarnya bahasa Kupang lebih terdengar seperti bahasa yang bisa dibilang mudah diucapkan namun memiliki ligat yang khas.

Hmm.. Mungkin bisa kita mulai dengan beberapa contoh dulu yah. Seperti kata 'bagaimana', orang Kupang banyak yang memakai 'karmana', atau 'tidak/ nggak' menjadi 'sonde', atau 'pergi' yang berubah menjadi 'pi'.


Berikut beta akan coba jabarkan beberapa suku kata yang mengalami perubahan menjadi bahasa Kupang. Dan nanti beta akan coba buat  contoh kalimat dalam bahasa Kupang juga.

BAGAIMANA : KARMANA
TIDAK : SONDE
PERGI: PI
SAYA: BETA / 'B'
KALAU: KALO
SUDAH: SU
KAH: KO
KITA/ KAMI: KATONG
JANGAN: JANG
JUGA:JU
SAMPAI: SAMPE
KENAPA:KANAPA

KAMU:LO
IYA: HO (biasanya kalau pakai kata ini dianggap terlalu kasar)
SIAPA: SAPA
MAU: MO
INI: NI/ NIH
JUGA: JU
AMBIL/AMBILKAN: AME
DULU: DOLO
GAYA/ BERGAYA: BASTEL
TEGUR/ SAPA: TOGOR (MENEGUR: BATOGOR)


OK, mungkin itu beberapa kata dalam bahasa Indonesia yang mengalami sedikit perubahan ke bahasa daerah Kupang. Berikut adalah contoh kata-kata yang telah dirangkai menjadi sebuah kalimat:

- Sapa mo kanapa sapa (Siapa mau menakuti/ menakutkan sapa)
- jang talalu bastel ( Jangan kebanyakan gaya)
- Lu su makan ko ( kamu sudah makan)
- Tolong ame itu barang do (Tolong ambilkan barang itu dulu)
- Kalo lewat na Biasa kan batogor orang (Kalau lewat tolong biasakan untuk tegur/sapa orang)


Selain itu ada juga beberapa kata sebagai pelengkap atau tambahan saja yang juga tidak memiliki arti. Seperti kata 'na' pada contoh kalimat terakhir diatas.

Ollllraiiitth.. Mungkin sekian dulu pembahasan atau pelajaran singkatnya tentang bahasa Kupang kali ini, semoga bisa membantu teman-teman dalam membaca tulisan-tulisan dalam blog ini.






Sebenarnya sudah ada beberapa blog atau tulisan yang penulisnya dari Kupang atau dari NTT yang pernah bahas ini, tapi beta coba tulis lagi karena yah berhubung beta pung blog nih tulisannya dibuat sesuka beta jadi beta rasa perlu beta buat tulisan tentang bahasa Kupang, agar kawan-kawan yang baca beta pung tulisan nah bisa mengerti.
Kasian juga kalo yang baca sonde mengerti lama-lama sonde ada yang mau baca beta pung blog. Hehe

Kota Kupang Kota Kasih

Itung-itung sekalian belajar bahasa Kupang, sapa tau ada kawan yang bukan dari Kupang yang mau belajar yah tinggal kasi liat ini tulisan.


Oh iya, cara mengucapkan kata atau kalimat bahasa Kupang juga tidak lemah lembut, sebenarnya bahasa Kupang ini pengucapan katanya setiap huruf vokalnya lebih ditekan atau sedikit dikasarkan. Jadi jangan heran kalau orang Kupang bicaranya kayak heboh sendiri atau biasa dianggap kayak lagi bertengkar. Hehe

Semoga tulisan ini bermanfaat buat kita semua.



*Source Foto: Google.com
Buka Puasa Bersama Abang Roy, Kak Wan, Hani Intani dan Nur Amalia


Menjadi seorang Desainer dan/atau pengatur tata letak iklan atau berita pada Koran Harian Kupang Timor Express (TIMEX) sungguh sebuah kesempatan yang tidak bisa saya sia-siakan. Sebuah kesempatan langka dimana kesuksesan pasti akan mengikuti jika tidak dimulai dari sekarang.

Semenjak diwisuda September 2018, lalu saya terlalu malas atau kepengen sekali untuk rehat dari segala aktifitas dan ingin sekali liburan, hati pengen liburan sepuasnya tapi tuntutan serasa selalu mengikuti langkah kaki, dan bukannya liburan yang datang tapi malah makin sibuk dengan kegiatan latihan dan pelbagai aktifitas kempo lainnya sampai akhirnya 30 November 2018 saya menyadari betul bahwa diri ini tidak bisa lari dari kenyataan.

Surat lamaran untuk pertama kalinya dibuat pada 1 Desember 2018 dan akan dimasukan ke KSP Tanaoba Lais Manekat (KSP TLM) setelahnya setiap ada lowongan pekerjaan selalu mecoba untuk melamar.


Sempat dipanggil untuk diwawancarai oleh KSP TLM namun sayang belum keterima mungkin karena pada saat wawancara itu serasa bukan wawancara tapi seperti sedang melawak saja, diri ini pun maklum karena sebelumnya memang belum pernah diwawancarai apalagi menyangkut dunia kerja.

Maret 2019 ada notifikasi dari Bapa saya bahwa Timex sedang membutuhkan tenaga Designer/ Layouter, akhirnya begitu dibaca persyaratan saya membuat surat lamaran dan seminggu kemudian diwawancarai, pada saat itu kayaknya tidak diterima karena mereka membutuhkan yang mahir menggunakan Adobe Indesign.


Namun dengan sedikit meyakinkan bahwa saya cepat belajar akhirnya orang yang mewawancarai yang akhirnya saya ketahui adalah seorang Direktur memberi kesempatan untuk ikut pelatihan dulu selama tiga bulan sambil melihat-lihat proses atau cara kerja. Hari itu 6 Mei 2019, hari pertama puasa, saya memulai petualangan di Timex.


Seminggu pertama terasa sangat menjengkelkan karena gunanya apa coba jika pelatihan tapi tidak mempratekan langsung, akhirnya pada minggu kedua saya diberi kesempatan untuk mempraktekan dan seperti diawal tadi saya bilang, karena saya orangnya cepat belajar jadinya tidak mudah untuk menguasai Indesign. Hoohoo hoho

Setelah seminggu dua minggu masuk saya juga mengetahui bahwa nantinya saya akan menggantikan posisi senior saya yakni Hani Intani yang akan ijin belajar. Jadinya otak dalam dri ini dipaksa belajar lebih giat lagi, kelak ketika Hani sudah tidak lagi di Timex sudah tidak perlu lagi kebingungan.

Sebulan setelahnya Hani pun pergi dan diri ini seminggu masih sempat tanya ini dan itu tentang beberapa file hingga akhirnya benar-benar terbiasa bekerja di Timex. Untung diri ini cepat belajar jadinya sejak Hani tidak ada segala pekerjaan bisa terselesaikan tanpa kendala.

Foto Bersama, hari terakhir Hani Intani

Pernah ada yang bilang bahwa ketika kita telah mendapatkan satu berkat (pekerjaan) pasti akan datang berkat yang lain (tawaran bekerja). Dan datang juga panggilan wawancara untuk bekerja dari beberapa tempat saya melamar, seperti CV SAMPURNA untuk menjadi sales produknya namun akhirnya saya tolak, lalu dari KSP TLM lagi, karena sempat tidak diterima akhirnya tanpa berpikir panjang saya tolak. Huuh Rasain loh

Itu kalimat yang ada dihati saya ketika menolaknya. Namun setelah tiga bulan berjalan, saya berpikir bahwa dunia kerja itu sebuah keuntungan untuk saya, bisa juga sebuah kerugian, misal jika kinerja maksimal kita tidak dihargai sepantasnya itu adalah kerugian sedangkan jika kita dihargai sebagaimana seharusnya itu adalah berkat kita.

Dari sini akhirnya saya marah terhadap diri saya yang hidupnya tidak berubah dan tetap begitu-begitu saja, seharusnya diri ini belajar giat dan berusaha menetapkan target pasti agar bisa menjadi orang yang bisa dihargai sepantasnya. Namun ada baiknya juga karena dengan bekerja juga saya jadi mengerti bahwa kita bisa memilih hidup seperti robot yang bekerja dari pagi sampai sore setiap hari atau memilih jadi orang yang mau menikmati hidupnya tanpa memikirkan beban hidup. Dan saya memilih untuk berusaha menikmati hidup, tanpa memikirkan beban kerja dan tuntutan direktur yang kadang berlebihan.


Rasa kebanggaan sebagai layouter/ designer muncul dan itu adalah kebanggaan yang berasal dari lubuk hati karena ada tantangan dalam diri yang harus saya capai, yakni mengerti bagaimana media cetak (dalam hal ini media cetak Koran) bekerja. Untuk melihat bagaimana media bekerja akhirnya akhirnya setiap jam istirahat serasa tidak ingin pindah dari komputer saja selama bekerja. Wkwkwk

Selain itu jadi punya tambahan relasi dan belajar bagaimana membangun relasi yang baik juga. Bisa bekenal dan bekerja bersama orang-orang hebat macam Kak Tina, Kak Riven, Hani, Nur, Ibu Linda, Om Marthen, Pak Yula, Pak Yan, Asrul, Andi, Wilson, Pak Stenly, Frengki, dan lainnya. Terima kasih Timex atas kesempatan yang diberikan, banyak suka duka saat bekerja di Timex.

Buka Puasa Bersama Hani, Nur dan Risna

Terima kasih atas kesempatan bekerja di TIMEX, setelah empat bulan yang luar biasa akhirnya harus mengambil pilihan yang lumayan sulit namun berkat doa setiap malam saya.memilih untuk mencari pekerjaan yang bisa dibilang lebih menghargai SDMnya. Dalam dunia kerja selalu ada baik buruknya tapi diri ini selalu menguatkan hati agar mengambil nilai positif dari setiap pengalaman. Hehehe

"Ingatlah, dalam dunia kerja carilah keuntungan (nilai positif) bukan kerugiannya (nilai negatif). Karena kita tidak akan tahu yang ini
atau yang itu yang baik bagi kita."
- Bryan Nakupenda


Pernahkah diri kita mecita-citakan atau berangan untuk bisa menggapai sesuatu? Kapan? Masihkah kau mengingatnya? Terkadang sebagai manusia kita bisa melupakan mimpi dan cita-cita kita di masa lalu, namun tanpa kita sadari kita telah merencanakan kesuksesan kita ke langkah yang lebih baik. Mungkin kita tidak sadar tetapi yang membuat kita tetap ada dan eksis dalam kehidupan ini adalah impian dan cita-cita yang telah kita rencanakan itu.

Sebaliknya, adapun kita dulu hanya bermimpi dengan mengatakan akan menjadi seorang yang sukses, seorang yang ingin juara dalam kompetisi atau berimpian pergi ke tempat atau kota impian kita, dan karena ketekunan itu kita bisa mewujudkan impian itu di masa depan. Sayapun begitu, sebagai manusia normal melihat teman dan pacar bisa sampai ke Jepang jadi punya keinginan untuk pergi ke negara tersukses di dunia yakni Amerika, Aneh memang, tapi yah itulah cita-cita yang hanya berawal dari obrolan, yang terjadi tahun 2012 lalu sehabis pulang dari PON XVIII dan siapa sangka tahun 2017 kemarin impian itu benar terwujud, bukan jalan-jalan saja tapi untuk menjadi juara disana juga.

"Kita bisa saja sesumbar impian kita adalah ini dan itu, namun jika kita sendiri tidak eksis dan berusaha menggapainya, impian itu pun tetap hanya akan menjadi angan-angan atau angin lalu saja."

Pernahkah kita mendengar seorang juara dunia menjadi juara karena keberuntungan? Atau pernahkah kita melihat seorang anak bisa berjalan tanpa diajari? Semuanya butuh proses dan stimulan penting. Berikut adalah 4 (empat) tips dari saya tentang bagaimana meraih mimpi sebagai atlet? dan semoga tipsnya bisa bermanfaat bagi yang membaca yah.


1. Sugesti

Tips yang pertama adalah sugesti, sugesti adalah kata hati atau dorongan dari dalam diri kita untuk diri kita atau untuk orang lain yang bisa bernilai positif atau negatif, namun sugesti ini bisa ada setelah adanya niat dari dalam diri kita. Ketika kita sudah siap amak sugesti ini bisa bekerja dengan baik.

Sugesti ini adalah salah satu cara agar tetap eksis dan sukses. Banyak orang sukses di dunia ini berhasil menggapai impian dan cita-cita mereka karena berhasil mensugesti diri mereka sampai pada level dimana sugesti menyatu dengan darah dan daging mereka. 




Contohnya atlet renang Singapura Joseph Isaac Schooling yang berimpian menjuarai Olimpiade idolanya karena Michael Phelps asal Amerika Serikat. Dia menaruh impian juara olimpiade cabang olahraga renang dalam hati dan pikirannya setelah bertemudengan Phelps, dan siapa sangka karena impian dan kesuksesannya mensusgesti dirinya untuk menjadi lebih dari seorang Michael Phelps membuat dia berhasil mengalahkan Michael Phelps di Olimpiade Rio De Janeiro tahun 2016.

Sugesti ini pun bisa berasal dari dalam diri kita atau dari luar, Sugesti dari dalam adalah kekuatan terbesar yang ada dalam diri kita. Tetapi sugesti ini juga punya titik lemah yakni tingkat spiritualitas kita. Ketika diri kita sedang lemah kita bisa saja makin terpuruk jika kita tidak mempunyai tingkat spiritualitas yang besar, jika tingkat spiritualitas kita besar kita tidak mudah terpuruk setelah diterpa berbagai cobaan dan halangan. Sedangkan sugesti dari luar adalah ketika diri kita sedang terpuruk karena berbagai cobaan dan halangan kita bisa saja mendapat sugesti dari luar yakni dari orang-orang yang mencintai kita atau orang yang selalu peduli pada kita. Sugesti akan kuat ketika kita mempunyai hubungan yang baik dengan orang sekitar kita.

Jadi apakah impian, angan dan cita-cita kita akan terwujud jika kita berhasil mensugesti bahwa kita akan menggapainya? Tidak juga, kita akan benar-benar menggapainya jika kita memang sangat menginginkannya. 

Meskipun kita mengsugesti diri kita bahwa impian kita adalah untuk menjadi seorang juara Nasional namun kita tidak bekerja keras untuk menggapainya kita pun tetap hanya mengangankannya saja. Karena bercita-cita tanpa bekerja keras adalah dua hal yang saling bertolak belakang, namun ketika kita mampu untuk melakukan keduanya tentunya kesuksesan itu bukanlah hal yang mustahil.







2. Niat dan Kesungguhan

Kita menumbuhkan niat dari dalam diri kita untuk dijadikan sebagai cita-cita atau impian kita demi menjadi salah satu manusia yang berhasil, berhasil dalam membuat sejarah hidup kita. Dengan adanya niat menjadikan kita ingin menggapainya, tentunya tidak akan mudah untuk menggapainya namun semua tidak ada yang mustahil di dunia ini jika kita percaya bahwa kita bisa dan mampu. Disaat inilah kita mulai untuk mensugesti diri kita dan menguatkan niat untuk menggapai cita-cita kita.

Disaat kita sudah mulai menimbulkan niat dari dalam diri maka kita akan diuji lagi kesungguhan hati kita untuk mencapai cita-cita kita. Pada tahap ini tingkatkanlah kesungguhan kita juga dalam berusaha, karena tanpa adanya kesungguhan kita pun tahu benar bahwa impian hanyalah impian. Kesungguhan menjadikan kita pantas atau tidak memperjuangkan impian kita. Banyak orang berhasil mensugesti diri mereka sampai pada tahap ini namun namun kurangya niat menjadikan mereka belum berhasil ke tahap selanjutnya selain karena faktor internal bisa juga karena faktor eksternal. Pada tahap ini seorang pemimpi akan makin mengalami kendala. Seringkali banyak yang terlena keasyikan main game sehingga lupa bahwa impian yang sudah kita cita-citakan malah menjauh dari diri kita karena ketelodoran kita sendiri.
Tips terakhir adalah satu hal paling penting yaitu jangan lupa juga untuk selalu bekerja keras, karena disaat kesungguhan sedang diuji, disini muncul niat baru apakah kita akan menyerah pada mimpi kita atau kita harus memacu diri kita lebih baik lagi untuk bisa mendapatkannya. Banyak orang berpikir bahkan membenci seorang Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi karena prestasi dan kehebatan mereka dalam sepakbola namun semua lupa bahwa kedua atlet tersebut mendedikasikan sebagian besar hidup mereka untuk menjadi yang tersukses dalam sepakbola.



Sebuah cita-cita yang timbul lewat niat yang kuat mensugesti diri kita, memaksa diri kita untuk mau bekerja lebih keras karena cita-cita itu terasa jauh, menguji kesungguhan kita disaat kita bisa saja menyerah pada cita-cita kita, namun keberhasilan itu masih saja belum kita dapatkan.

"Karena tidak ada hasil yang mengkhinati proses, kita bisa saja kuat dalam mensugesti diri atau menguatkan niat namun jika kita tidak menaruh cita-cita dan bekerja keras serta berpegang serta berserah pada-Nya kita hanyalah manusia lemah."


4. Berserah

Sekeras apapun kita berusaha meraih kesuksesan itu, semua itu hanyalah cita-cita yang hanya habis dibicarakan tanpa danya hasil, karena sesungguhnya kunci utama menuju kesuksesan adalah berserah. Niat, sugesti, kerja keras dan kesungguhan adalahh kunci pembuka. Berhasil atau tidaknya kita menggapai cita-cita kita adalah saat kita bisa membuka kunci pintu utama yakni berserah pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Karena impian kita untuk menjadikan kita semakin maju dan berkembang menuju kesuksesan bisa membuat kita sangat berambisi dan membutakan kita diri dan seringkali juga lewat berbagai rintangan menjadikan kita untuk harus berserah.
Kita tidak akan memiliki sejarah yang pantas untuk dikenang tidak memiliki arti apa-apa tanpa berdasar pada penyerahan diri total kepada Tuhan. Semua kendala, semua halangan dan semua rintangan ada untuk selalu mengingatkan kita pada Dia sang pemilik kehidupan. Siapapun kita, apapun impian dan cita-cita kita, tidak menjadikan kita hebat tanpa hadirnya Tuhan.

Impian itu relatif, hari ini kita ingin menjadi peserta dalam sebuah lomba lari, besoknya bisa saja ingin menjadi yang terdepan dalam lomba lari tersebut, tugas kita adalah berusaha dengan selalu menghadirkan energy positif tanpa melihat gonggongan atau teriakan penonton karena dukungan pun hari ini bermakna positif besoknya negatif. Jadilah seorang pekerja yang takut akan Tuhan. Tuhan Memberkati !


*) Source image: Google.com