Selalu tidak akan pernah habis pembahasannya setiap kali reunian dengan teman SD, selalu ceria dan jauh dari masalah, meski tiap kali reunian ada yang di bully namun semua menanggapinya dengan candaan juga. Reunian kali ini bukanlah reunian biasa, seperti sebelumnya susah untuk berkumpul kecuali kalau ada acara dan tidak seperti sebelumnya kali ini beta mau berbagi sedikit tentang reuni mantan siswa SD GMIT AIRNONA 1

Reunian ini terjadi karena bertepatan dengan momen bahagia dua teman SDnya Katong yang karena suatu kejadian direstui Tuhan, sejak berpacaran sekitar satu tahun setengah tahun lalu akhirnya dong dua memutuskan menikah dan jadilah kali ini reunian alumni SD GMIT AIRNONA 1.

Jum’at 23 Maret 2019, beta pung kawan Raides dan Cindy menikah dan acaranya ramai didatangi oleh sanak family dan kerabatnya, termasuk katong nih yang juga diundang sebagai bagian dari dong pung saksi kisah cinta HAHAHA dan katong mulai janjian di grup Wasap untuk pi acaranya, yaiyalah bosque kalo sonde mana bisa sama-sama, kaotng mulai saling jemput menjemput, mulailah datang satu per satu, Andi Bire, Iwan Selan, Yohan Mangi tiga, dan Dede Pairikas. Setelah menunggu cukup lama karena tau sa bosque perempuan kalo ba’dandan nih pasti lama aang HEHEHE abis kaotng langsung cuss ke Grenia Hotel dan Meeting Room memakai mobilnya Dede, dan yang jadi sopir adalah Iwan. Sampai disana katong sonde langsung masuk, tapi masih tunggu kawan yang lain ko masuk sama-sama yakni Rival Ludji.
 
Acara pun berjalan dengan penuh suasana bahagia. kami yang ke acara nikahan ini juga merasa masih kurang puas buat acara reunian, kami pun membuat rencana lagi bagaimana besoknya kita reunian lagi di rumahnya Rival. besoknya kami reunian lagi, kali ini lebih ramai lagi, karena kemarin banyak teman yang masih bekerja sehingga tidak datang ke acara kemarin kali ini mereka malah datang untuk meramaikan reunian kecil-kecilan ini.

Ajang reunian terjadi lagi, kami mulai kumpul di rumahnya Lodya yang memang tempat yang pas buat reunian karena berada di depan sekolah kami dulu, disini mulai berdatangan saya, Yohan, Yuli, Rio, Reno, dan Rey. Sesampainya disana kami bercerita mulai dari bahas masa kecil yang masih labil hingga pekerjaan. WKWKWK dari jam delapan kami bercerita hingga waktu menunjukan sudah lewat tengah malam.
 
Kami juga bergosip ria loh, WKWKWK teman kami yang lain juga datang satu per satu seperti Andi, dengan Melky, Moris, dan juga Butet dan Iwan. Setiap satu orang yang datang pastinya selalu disambut dengan ketawa-ketiwi. Kami seolah lupa beban hidup dan saling menertawakan hidup kami. WKWKWK Butet yang datangnya sudah hampir tengah malam datang dengan rasa lapar, dia mulai menunjukan dompenya dan mengeluarkan uang buat beli makan, HAHAHA karena dia pikir kalau dia makan sendiri pasti tidak enak sama yang lain. Akhirnya diutuslah saya dan Andi serta Reno untuk membeli makan. WKWKWK
Sebelum pergi membeli makan si Butet masih bercanda tidak lapar, kami bertiga yang pergi membeli makan mengira dia betulan tidak mau makan padahal dia sebenarnya lapar, akhirnya kami membeli makan, eh, ternyata dia tidak dapat jatah karena dia sebelumnya hanya minta dibelikan rokok saja, Apes ko tidak HAHAHA Akhirnya karena memang sudah tengah malam kamipun pulang dari rumahnya rival, eits tapi reunian ini belum berakhir karena besoknya kami diundang buat ikut acara balas gerejanya Raides dan Cindy lagi, jadilah besoknya kami reunian lagi di rumahnya Raides, HAHAHA

Dasar orang aneh semua, satu panggilan saja semua datang reunian lagi, tapi kali ini Dede dan Lodya tidak ikut, Lodya karena besoknya kerja jadi tidak bisa, sedangkan si Dede mungkin suaminya tidak ijinin lagi, oh iya, yang sudah menikah dari kami semua hanya beberapa saja termasuk Dede, Raides dan Cindy. Yang lainnya belum padahal mah semua sudah 25 tahun bosque. WKWKWK
Itulah cerita singkat tentang reunian kali ini, reunian kali ini agak berbeda karena rata-rata pada curhat tentang masa depan masing-masing, semoga saja semua impian kami bisa terwujud, termasuk yang belum dapat kerja seperti,… HAHAHA



Para Juara !

Sebulan lalu dojo-dojo yang ada di Kota Kupang bertanding dalam kejuaraan internal antar dojo se-Kota Kupang, setiap pelatih dojo di Kota Kupang diberi kesempatan untuk mempersiapkan kenshi-kenshinya menjadi seorang juara disetiap kejuaraan. Hal ini demi meningkatkan persaingan antar dojo di Kota Kupang, sekaligus untuk mempersiapkan atlet sedari dini sehingga siap mengganti para seniornya nanti, selain itu ajang ini juga menjadi ukuran untuk melihat perkembangan teknik dan penguasaan wilayah Shorinji Kempo dari para kenshi dan pelatih.
Sebulan sudah berlalu dan kini tiba saatnya para pelatih dojo di Kota Kupang kembali mempertandingkan kenshi-kenshi mereka ke arena lagi, segala persiapan coba saya lakukan dalam waktu sebulan terakhir, meski terkendala oleh hujan namun kenshi-kenshi dojo saya tetap semangat menghadapi event bulanan ini.

Sebagai pelatih tentunya harus punya target dan harus bisa mengevaluasi diri maupun kenshi yang dilatih, disini saya belajar bahwa untuk menjadi pelatih yang baik ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu keseriusan mengurus dojo, menyiapkan waktu, pantang menyerah, selalu evaluasi diri, dan jangan pernah untuk mau kalah.
Latihan terkahir sebelum bertanding.

Ketika menjadi atlet saya belajar untuk tidak menyerah sebelum menjadi peraih medali emas, dan kini itu yang coba saya tanamkan pada kenshi-kenshi saya, seperti saat latihan saya selalu memotivasi mereka dengan mengatakan, “saya yang ingin menjadi juara harus siap mengalahkan dirinya”, terkadang juga saya sering mengatakan mereka “banci, meme, atau bencong” saat mereka tidak melakukan seperti apa yang saya arahkan atau saat mereka ingin menyerah, kecapekan atau kelelahan.
Memang terdengar agak kasar, namun itu penting untuk memicu semangat dan jiwa pantang menyerah mereka. Mereka menganggapnya sebagai hinaan yang kejam namun demi prestasi tentu mereka tidak ingin kalah hanya karena hinaan seperti itu. Saya juga mengajarkan mereka untuk tidak boleh mau kalah dari siapapun di arena, sekalipun dia adalah orang yang sering juara, karena kita sama-sama mempersiapkan diri untuk bertarung di arena jadi jangan pernah sekalipun untuk mundur.

Kini (24 Maret 2019), waktunya untuk menunjukan hasil persiapan selama sebulan ini, dan lagi-lagi Gedung Serbaguna KONI kembali menjadi saksi bisu perjuangan kenshi-kenshi dojo SDG AIRNONA 1. Di kejuaraan sebelumnya dojo hanya bertanding dengan sepuluh orang dan Sembilan kenshi berhasil meraih medali atau piagam penghargaan. Kali ini mereka bertambah banyak menjadi dua puluh orang dan mereka sangat semangat untuk meraih juara.

Ada yang baru pertama kali ikut pertandingan, ada yang sudah berulang kali. Belajar dari setiap kejuaraan tentunya tidak semua kenshi harus juara, namun mereka mendapat hal paling penting yaitu mejadi seorang kenshi harus tegar menghadapi segala sesuatu termasuk menerima kekalahan.
Pertandingan berlangsung alot dari pagi hingga sore, dari enam belas dojo yang ikut pertandingan para kenshi dari dojo SDG AIRNONA 1 berhasil meraih prestasi yang sangat membanggakan karena berhasil meraih JUARA UMUM 3, hanya kalah dari dojo UNWIRA dan dojo NEFONAEK.

Hasil Perolehan Medali Kejuaraan Antar Dojo Se-Kota dan Kabupaten Kupang
pada 24 Maret 2019

Sebagai seorang pelatih tentu ini adalah suatu kebanggaan, apalagi dengan membawa para kenshi yang baru pertama kali ikut namun mendapat hasil yang baik. Ada kenshi yang pada bulan lalu tidak mendapat juara kali ini malah mendapat juara di dua kelas berbeda, ada yang kemarin juara namun kali ini tidak.

Dari keenam belas dojo itu dojo SDG AIRNONA 1 berhasil meraih tujuh medali emas, tujuh medali perak dan tiga perunggu. Tentu ada hal lain yang membanggakan yakni berhasil mengalahkan dojo-dojo tua yang ada di Kota Kupang, dan ini juga menjadi bukti bahwa dojo baru jangan diremehkan, apalagi di kejuaraan-kejuaraan sebelumnya dojo-dojo baru sering diremehkan karena belum mampu bersaing.

DOJO SDG AIRNONA 1, EMAS ! EMAS ! EMAS !


Untuk kedepannya, semoga dojo SDG AIRNONA 1 tetap berprestasi, dan tentu saja tidak lupa juga saya berterima kasih kapada para orang tua kenshi yang telah banyak mendukung para kenshi hingga bisa mencapai prestasi tertinggi. Seperti kata Sensei George Hadjoh dalam sambutan penutupnya, bahwa “Prestasi Kempo bisa tetap dia atas karena para irang tua kenshi yang tetap memberikan dukungan penuh, tanpa dukungan itu tentu saja Kempo tidak bisa sperti saat ini”.

“Best team, built with our wild young guns, don’t forget this sacrifice!”

Ini adalah cerita singkat tentang embu beregu putra cabor Shorinji Kempo. Singkat yah jadi jangan penasaran bosque, beregu kami dibentuk oleh pelatih terhebat dalam hidup kami Sensei George Hadjoh, yang merupakan sosok yang paling berpengaruh dan paling berperan penting dalam rim beregu ini. Tim ini dibentuk sejak 2009 pada kejuaraan pertama kami sebagai sebuah tim beregu putra yang waktu itu masih berenam atau tim enam orang.

Anggotanya yaitu, Jems Pah, Rizal Sobo, Danni Rohi, Frenki Gewe, Rama Ngeta dan saya sendiri. Dalam perjalanannya kami untuk menjadi tim terbaik kami membutuhkan waktu delapan tahun, bukan waktu yang singkat namun sebuah kebanggaan bisa tetap berusaha memberikan prestasi terbaik. Meski dalam delapan tahun itu kami sering berganti formasi dan pengurangan anggota karena regulasi namun kesolidan tim dan keserasian tetap terjaga.

Pada kejuaraan nasional kualifikasi PRAPON 2011 kami hanya bisa tampil beregu empat orang, dari yang sebelumnya enam orang dan tiga diantaranya harus dipindahkan ke nomor lain, sebagai gantinya kami mendapat rekan yang kualitasnya sama hebatnya seperti tiga orang yang digantikan itu. Rekan Jems Pah berpindah ke nomor Beregu Campuran dan Pasangan Putra, Rizal Sobo memainkan nomor berpasangan dengan Rama Ngeta, dan yang mengganti posisi mereka adalah Ardi Bua Puling yang sebelumnya bermain pada nomor berpasangan.


Saat di Podium JUARA di PON XIX JAWA BARAT

TIM BEREGU TERBAIK?
Yah terbaik, karena proses dan perjuangan kami untuk meraih title TERBAIK. Tim beregu dengan tingkat kesolidan dan persaudaraan terbaik, prestasinya memang paling wah saat kejuaraan terakhir di PON XIX JAWA BARAT kemarin, dalam delapan tahun kami berproses terus sampai kami menjadi juara di PON dan kami tidak kehilangan momen, kami hanya kalah dari lawan yang sama saja, seperti kalimat “jika jatuh, bangkit lagi”, yah itulah yang kami tanamkan dalam hati kami, meski dalam berbagai kejuaraan kami tidak pernah menang melawan lawan yang sama namun kami tidak menyerah sampai akhirnya kami mampu mengalahkan mereka untuk pertama kalinya.

Kami mendapatkan kebanggaan dari perjuangan itu, orang melihat kami seperti orang gila tiap kali kami bertanding tapi tidak pada hasilnya. Ya, kami memang gila, setiap kejuaraan selalu saja menjadi nomor dua, namun kami selalu diajarkan untuk tidak mengeluhkan hasilnya karena itu adalah yang Tuhan berikan, sampai kami mencapai posisi puncak dengan nilai tertinggi. Orang banyak yang tidak tahu kami bekerja keras seprti apa, tanpa mengenal rasa lelah, capek, dan lainnya kami terus berusaha. Semua harapan, impian dan cita-cita kami taruhkan dalam kejuaraan terakhir kami dan hasilnya sepadan dengan apa yang kami minta pada Tuhan juga.

Momen itu tidak akan pernah dilupakan, tim beregu putra terbaik Nusa Tenggara Timur (NTT), bekerja keras sekian tahun demi posisi puncak yang telah dipegang oleh tim yang slalu mengalahkan kami di setiap kejuaraan, momen dimana semua mata melihat ketangguhan empat orang laki-laki hitam dari NTT yang berhasil mengalahkan sang raksasa. Dan tentu saja tidak bisa dipungkiri kami yang terbaik se-Indoensia bukan yang lain.


Foto bersama Sensei sekaligus Pelatih Kami, Sensei George M. Hadjoh, SH

BAGAIMANA BISA?
Kami melewati banyak cacian, hinaan, tempaan, pukulan dan hantaman yang tidak sedikit demi menggapainya, apa yang kami tampilkan adalah segalanya yang kami miliki yang bisa kami curahkan. Impian kami tak bisa dibendung, kami di tempat latihan beberapa kali adalah yang terbaik namun sesampainya di arena kami bukanlah yang terbaik, kami belajar dari setiap kesalahan itu, sampai akhirnya kami tahu bahwa yang harus diandalkan adalah Tuhan bukan kekuatan kami.

Pelatih kami selalu berpesan, apa yang kau perbuat ditempat latihan perbuatlah itu seperti kau sedang bertanding, seperti “Lakukanlah segala sesuatu bukan untuk manusia melainkan untuk Tuhan”, kalimat ini menguatkan dan mengingatkan kami, bahwa kami tidak dibentuk hanya untuk kalah saja tetapi untuk menjadi pemenang juga, kami bangkit dari kekalahan kami dan mengandalkan Tuhan sepenuhnya untuk menjadi pemenang.

Kami menangis, sedih, marah dalam waktu bersamaan saat kalah,lagi dan lagi, namun kami tidak menyerah sampai pengakuan itu datang. Ditengah jalan kami ada yang sempat ingin berhenti, ada yang hilang setelah kejuaraan namun selalu kembali sampai akhirnya kami sampai di titik puncak kami, dimana apa yang paling kami citakan tercapai yaitu menjadi embu beregu putra pertama yang meraih medali emas di PON, suatu kebanggaan tentunya.


Saat Indonesian Open 2009 di Bali


LANJUTKAN PERJUANGAN ATAU TIDAK?
Ada alasan, kebanyakan orang berpikir sebagai atlet itu menyenangkan, tidak juga, memang ada sisi bahagianya banyak malahan, tetapi ada juga sisi sedihnya. Sisi sedihnya yaitu meski bergelimang kemenangan dan nama yang semakin harum kita tetap harus menentukan sikap untuk masa depan masing-masing, artinya mau sampai kapan berkontribusi besar tapi impian dan masa depanmu sendiri kau lupakan. 

Teman saya Ardy akhirnya menemukan masa depan yang lebih cerah, sedangkan saya dan Danni memilih untuk tidak melanjutkan perjuangan karena alasan tersebut. Sedangkan Rizal tetap melanjutkan perjuangan namun tidak bersama kami lagi. Kami bertiga tetap mengharapkan yang terbaik buat dia namun dia pasti tahu bahwa kami juga ingin mengejar apa yang kami impikan.

Saat ikut Opening Ceremony PON XVIII RIAU

Jadi jawabannya kami tidak akan melanjutkan perjuangan, dijalan saya mendengar pertanyaan seperti ini, ‘apa yang sudah kau perbuat untuk Negara ini?’, nah ini sungguh aneh ketika ada pemuda-pemuda berkorban untuk Negara namun Negara sendiri tidak peduli akan pemudanya. Coba kita balik pertanyaannya, ‘Apa yang sudah Negara ini perbuat untuk kami?’. Namun tidak menutup kemungkinan bagi kami untuk melatih embu beregu putra untuk mengalahkan prestasi kami, karena kebanggaan terbesar adalah jika kami mampu menciptakan penerus yang memiliki prestasi melebihi kami.

Mungkin cukup sekian cerita singkat tentang embu beregu putra, kami manusia biasa yang dari kecil telah diajarkan untuk tidak menyerah, tetap pada jalan mengejar impian kami, sekalipun kami dianggap sombong kami tetaplah manusia biasa, yang diberikan ijin oleh Tuhan untuk memiliki prestasi luar biasa.



Oh iya, silakan cek kanal youtube saya dengan nama channelnya BRYAN LOMI untuk video lainnya.

Liburan tanpa direnacanakan itu asyik, tanpa basa-basi perencanan yang tidak perlu yang penting liburan brooh. Itulah yang beta dan pacara lakukan, meski awalnya jengkel karena lagi istirahat siang tapi yah tetap berangkat dan bahagia pool akhirnya.

Siang ada panas satu babae, pacar telpon untuk liat dia pung instagram story atau biasa anak zaman now bilang instastory, dengan sedikit mengancam tentunya, karena kalau sonde liat pasti salah lagi. Akhirnya dengan setengah sadar angkat hape siomai, eh..xioami makdsunya, buka instagram hanya untuk liat instastory bosque.



Ternyata eh ternyata, isinya adalah story lama yang diupload ulang, dengan tujuan biar beta ada kepekaan untuk mau ajak ke pantai gitu, HAHAHA dasar memang betul-betul nih. Jadi, beta jawab seadanya dengan emoticon nyium doing, tapi memang karena sudah niat bosque jadi yah balasnya  jadi sedikit menyeramkan alias hanya diam sa dengan emoticon mata cipit kayak lagi bilang ‘ini anak mau mati nih sonde ada kepekaan sediit nih’, dengan masih setengah mangantok nih beta balas lagi dan taulah bosque, akhirnya dalam sekejap harus siap menuju ke salah satu pantai di Kupang, salah satu yang eksotis dan selalu ramai buat dikunjungi.

Dasar, memang, nona Kupang dong suka begitu, todong pas waktu yang tidak tepat, jadi dengan Kupang yang panas-panasnya langsung gas bosque menuju ke tempat yang pernah kita pergi, yaitu PantaiTablolong, di daerah mana itu, silakan gugling Bosque, perjalanannya lumayanlah kurang lebih 30 sampai 40 kilo lah, tapi untungnya pergi dengan motor saja sudah bisa dan lagi sepi karena ini tengah minggu, bukan lagi akhir pekan, pantainya sepi pooolll alias  enak buat dipakai liburan, perjalanan yang tanpa persiapan ini memang baik juga selain sonde harus pikir ini itu, dadakan begini nih biasanya lebih berhasil, trust me it works kalau lu hidup di Kupang pasti lu mengerti yang beta maksud. HAHAHA




Perjalanan jauh bukan sebuah rintangan bagi katong dua, selain senang jalan jauh katong dua lebih suka jalan-jalan pakai motor, yah karena lebih asyik saja karena bisa sambil liat pemandangan, dan bisa lebih spontan buat berhenti-berhenti kalau ada apa-apa, tapi biar begitu yang sonde enaknya harus siap pakaian perang, mulai dari jaket, sarung tangan, masker, dan jangan lupa yang paling penting juga, pakai kaos kaki kalau lu hanya mau jalan-jalan pakai sandal, kalau sonde yah siap kaki hitam gosong. HAHAHA

Singkat cerita perjalanan yang lumayan jauh itu akhirnya sampai juga, sampai di gerbang masuk sebelum ke pantai ini ada seorang penjaga gerbang, yang sudah siap memberikan akses masuk setelah bayar ongkos masuk sebesar lima ribu rupiah, lanjut perjalanan menuju pnatainya, meski jalan masuknya masih banyak yang rusak alias tidak beraspal lagi, tapi selalu ada kenikmatan tersendiri ketika sudah sampai di pantainya, sesampainya di pantainya katong bayar lagi ongkos parkir, tidak mahal kok, cukup lima ribu rupiah seperti ongkos masuk tadi.

Di tempat nan eksotis dan keren ini, mulailah eksis cekrek sana cekrek sini ala-ala instagramble gitu, dalam sekejap hati jadi senang meski diawal sebenarnya sedikit jengkel karena lagi istirahat dipaksa untuk harus kesini, tapi yah namanya sayang pacar yah gitu, Uhuuuk. Katong mulai ukur panjang kali lebar ini pantai, lagi panas tapi tetap semangat, karena dalam sekejap bisa lupa beban hidup. HAHAHA

   

Tapi sayangnya, karena tadi dadakan yah jadi katong sonde mandi, hanya jalan, liatin orang mandi, cekrek-cekrek sambil ngobrol segala macam dan akhirnya pulang deh, HAHAHA sebuah kebahagian penuh masih diberi kesempatan untuk menikmati keindahan ciptaan sang pencipta. Sebuah perjalanan super dadakan, selalu meninggalkan kesan tersendiri, hubungan dengan pacar yang lebih dekat dan yang namanya liburan dadakan itu adalah sesuatu yang sangat-sangat diluar ekspetasi, kalau perginya kecewa siapa kira bahwa diakhir akan bahagia.

  
Tapi ini bukan perjalanan dadakan pertama kok, masih banyak yang lain, masih pengen tau cerita yang lainnya, tunggu aja bosque nanti beta share semua perjalanan liburan dadakannya beta dengan pacar.