Memang bukan hal baru ketika melihat orang dewasa melakukan judi, tetapi akan menjadi luar biasa ketika melakukan judi sambil membawa anak yang bisa dibilang belum pantas. Eh, tapi judi memang tidak pantas kok dilakukan baik oleh orang dewasa apalagi anak-anak, apalagi sambil membawa anak-anak.

Semuanya (orang yang melakukan judi) justru ada yang berbangga ketika pergi berjudi sambil membawa anak, seolah-olah ingin menunjukan ini loh apa yang bapak sukai dan kamu juga harus menyukainya.

Yang menjadi pertanyaan, apakah ini pantas untuk dicontohi? Tentu tidak. Akan tetapi hal ini terus dilakukan. Terkadang aku mikir aja gimana mereka bisa sekejam itu mengajarkan hal buruk itu kepada anak mereka tanpa merasa bersalah padahal mereka tau bahwa itu adalah hal yang salah. Hmmmm….

Ada banyak kegiatan menarik lainnya loh di bumi ini tapi kenapa coba harus ngajak mereka ke arena judi itu, oh iya, judi yang saya maksud ini judi sabung ayam atau kalau orang Kupang bilang ‘Bataji Ayam’. Saya sih tidak mempersalahkan itu anakmu dan bukannya anakku kok, tapi lebih ke gimana yah masa sih sekejam itu.

Padahal bisa kan lakukan kegiatan yang lebih positif, misalnya bawa mereka ke tempat latihan olahraga, latihan sepakbola kek, futsal kek atau apapun itu yang setidaknya bernilai postif. Padahal loh rata-rata dari mereka ini pekerjaannya nggak bagus-bagus amat, ya Tuhan masa tidak kasihan hidup begitu-begitu trus, coba dong ajarkan ke anak-anak untuk harus punya kehidupan yang lebih baik.

Pernah sekali coba ngomong ke mereka kalo itu salah satu hal yang menurut saya salah, eh malah di masparak (­bentak), astapar coyy. Yah akhirnya ngalah karena saya mikirnya yah gimana yah kita udah coba untuk bagi kebaikan eh malah dibentak-bentak.

Akhirnya karena kesal saya pun membuat tulisan ini dan juga jadi pelajaran bagi diri sendiri semoga kelak kalau udah punya anak tidak saya ajarkan hal-hal seperti itu, apa salahnya sih kalau suruh anak-anak main game daripada main judi kek gituan. Yah tapi setiap orang punya pemikirannya masing-masing mungkin bagi mereka itu adalah salah satu kegiatan baik yah silakan lanjutkan. HAHAHA

Ketika awal memulai sebagai atlet, banyak teman seumuran semuanya sudah bertaburan prestasi dan saya hanyalah sebuah batu diantara intan. Haha
Yah, sebut saja Ardhy, Rama, Rizal, Danni, Jenneth dan lain-lain meski sebenarnya alasan lain kenapa sudah berprestasi adalah mereka lebih dulu mendahului lewat jalur atlet (senior).

Tetapi semuanya melewati proses yg sama, tidak ada kata sodaraan dalam sistem didikan ini, yg ada hanyalah siap ditempa atau tidak.
Ketika banyak intervensi dari luar, berarti sudah ada warning bahwa tidak boleh lengah. Dan ketika warning itu sudah diabaikan maka yg ada adalah dikeluarkan dari sistem.

Dikeluarkan? Eits tunggu dulu, bukan dikeluarkan oleh pelatih tetapi diri kitalah yg membuat kita dikeluarkan dr sistem tersebut. Yah, sistem yang dipakai adalah siapa yang latihannya rajin dan siap ditempa menjadi orang yang berprestasi.

Disaat memulai sistem, banyak yang datang untuk bergabung dan memulai bersama-sama, tetapi seiring berjalannya sistem  disinlah akan terlihat siapa yg siap dan yang tidak siap untuk berprestasi, karena dari banyaknya yang bergabung akan terseleksi dengan sendirinya dalam sistem ini ( seleksi alam).

Sakit hati dipukul, dihina, dicaci adalah biasa dalam sistem ini, seperti layaknya sebuah intan yg adanya dalam kedalaman pegunungan, tentu tidak mudah untuk menemukannya bagi seorang pencari intan bgt juga atlet dalam sistem di NTT.

Jika bertekad untuk berprestasi, maka harus siap menerima segala resiko, seperti kalah dalam proses seleksi atau faktor lainnya, jika belum terpilih maka tugas kita adalah memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik.

Bukan malah kecewa dan melarikan diri dgn berbagai alasan, karena dalam sistem ini tidak akan memilih karena prestasi terdahulu, tetapi memilih karena siapa kamu didalam sistem.
Sistem tidak akan melihat bagaimana suksesnya kamu dulu, tetapi melihat bagaimana kamu menghadapi sistem yg ada. Karena, seorang pendaki gunung akan membawa nilai-nilai moral berbeda ketika turun dr puncaknya.
Ah.. Bicara apa ee, haha

Kejarlah prestasi terbaik tanpa pandang siapa kamu dulu, kalau dulu jelek yah usahakan sekarang kamu ganteng 


Suatu kebanggaan menjadi salah satu bagian dari komunitas pecinta seni WPAP atau Wedha's Pop Art Portrait. Banyak hal dipelajari, dari yang awalnya hanya sekadar penasaran berubah menjadi menyukainya.

WPAP mengajarkan bahwa warna yang saling bertabrakan bisa menghasilkan sebuah karya yang indah, begitupun hidup meski banyak hal yang tidak sejalan dengan harapan kita tetapi pada akhirnya Tuhan selalu memberi sesuatu yang indah pada kita.





Kesabaran merupakan kunci utama dalam mempelajari seni ini, seperti halnya kita  dalam menghadapi hidup penting mempunyai kesabaran yang tinggi agar bisa menjadi orang yang berkualitas tinggi dalam menghadapi masalah.


Hari ini, genap lima tahun (2013-2018) mempelajari WPAP, bangga iya karena seni ini merupakan hasil karya anak bangsa, Bapak Wedha Abdul Rasyid l yang dulunya sempat diberi nama Foto Marak Berkotak (FMB). Semoga, WPAP kedepannya bisa terus eksis dan semoga makin banyak anak muda yang berkeinginan untuk mempopulerkan WPAP ke seluruh penjuru dunia.

Salam warna-warni.

2013-2018 ALWAYS FULL COLORS.
DRAW YOUR LIFE FULL OF COLORS.


"MOOD IS EVERYTHING TO LEARNS EVERYTHING."
- Bryan Nakupenda

Wooow… ini adalah sebuah pengalaman yang mungkin bisa dibilang menarik, hubungan dengan si dia sedang kacau dan bisa merangkainya menjadi sebuah puisi adalah suatu kebahagiaan. HAHAHA Biarpun puisi ini isinya adalah curahan hati yang sedang kesal dan sedih tapi akan selalu menjadi kebanggaan untuk mempublikasikannya HAHAHA


Karena sebelumnya belum pernah mempublikasikan puisi atau lebih tepatnya belum pernah untuk menunjukannya ke orang lain, but I think it’s the right time to show up, So I do it Now. Semooga yang menikmatinya tidak melihatnya sebagai sesuatu yang menjijikan. HAHAHAHA


Puisinya, puisi sederhana kok. Judul pusiinya adalah ‘AKU’, saya buat dalam dua versi,  oh iya..maaf, maaf yah, sebelumnya saya cuman nulis-nulis dan belum pernah belajar bagaimana menulis puisi dengan baik dan benar, pernah sih tapi itu sudah lama sekali kalau gak salah pas SMP. Jadi, puisi ini ada versi panjangnya dan ada versi sederhananya alias pendek. So Enjoy.


AKU
Sejauh ini perjalanan kita terasa kuat
Tidak ada yang berubah diantara kita
Apa yang kita inginkan selalu ada
Apa yang kita idamkan selalu tercapai

Kini hari-hari telah berlalu
Yang dulunya dekat kini tak lagi
Selayaknya senja yang semakin lama
Semakin jauh meninggalkan rasa ini

Begitupun kenangan kita
Yang dulunya betambah karena bahagia
Kini semakin betambah namun dengan kepedihan
Tanda tanya melintas
Bahagiakah kamu disana dengannya?

Banyak keberatan dalam hati
Tapi tidak bisa ku tahan dirimu
Ku sadari bahwa setiap insan
Selalu menemukan jalannya
Sekalipun ia tersesat

Tanda tanya tanda seru
Selalu hadir mengimpitku
Tak pernah kuhiraukan
Karena ku tahu selalu ada jawaban
Bagi yang selalu mempertanyakan kenapa

Semua cerita semua sedih, kutinggalkan
Semua pedih semua bahagia saat bersamamu
Ku simpan biar jadi pelajaran
Karena semua yang bersedih pasti dipulihkan
Dan cinta akan hadir bagi yang di tinggalkan


Dan berikut adalah puisi ‘AKU’ dalam bentuk yang lebih sederhana.

AKU
Hari berlalu,
Senja semakin jauh,
Kenangan trus bertambah
Bahagiakah kamu disana

Selalu ada jalan bagi yang tersesat,
Selalu ada jawaban bagi yang mempertanyakan,
Selalu ada cinta bagi yang di tinggalkan




Aku, 02 Juni 2018

Foto Model 

Daripada ngomongin orang enakan ngomongin diri sendiri biar selalu termotivasi. Saya adalah seorang mantan atlet, menjadi mantan atlet karena tanggung jawab meski hati masih berkeinginan untuk ikut bertanding namun kenyataan tidak bisa dipaksa. eh kenyataan atau apa yah, kewajiban kali. hehe

Orang yang bekerja keras saja bersusah payah menggapai impiannya, bagaimana kau bisa begitu percaya diri bisa menggapai impianmu jikalau setiap harinya yang kau lakukan hanya bersantai. Itu kalimat yang muncul dikepala saat sedang bimbang memilih apakah harus tetap jadi atlet atau tidak, dan setelah beberapa lama pergumulan jawabannya yah tidak untuk bertanding lagi, setidaknya sampai tanggung jawab ini selesai.

Waktu Liburan

Pengen tau tanggung jawab apa? mungkin bukan sekarang saya menceritakannya. Suatu saat nanti, mungkin. Sambil berharap fisik ini tidak dimakan waktu. Hehe Pilihan antara tetap menjadi atlet atau tidak ini sungguh mengganggu hati selama berbulan-bulan, karena saya sendiri sadar ini pasti pilihan sulit, sambil bertanya sana-sini mencari jawaban saya akhirnya menemukan jawabannya tepat setelah ulang tahun pacar saya.

Akhir bulan Maret akhirnya saya mendapatkan jawaban, menjadi atlet tidak lagi menjamin saya untuk menjadi orang yang lebih baik (sukses) dalam berkarir, menjadi atlet pastinya akan banyak memakan waktu saya. Dan dengan tidak menjadikan saya atlet tidak berarti saya akan jauh dari Kempo Nusa Tenggara Timur (NTT), tapi menjadikan saya lebih mengerti bagaimana menjadi penerus Kempo yang lebih baik jika melihat dari zona tidak nyaman.

Bersama Kenshi Dojo SDG Airnona 1

Belajar menjadi pelatih yang lebih handal, belajar me-manage atlet, dan sepertinya cita-cita saya untuk berkontribusi dalam hal ini website untuk Kempo NTT bisa lebih cepat untuk terwujud. haha

Mungkin bagi beberapa orang apa yang saya putuskan aneh, seperti ada yang bilang saya harusnya menyesal kenapa membuang kesempatan, ada juga yang bilang mau , Duhh Setiap orang punya pilihan hidup masing-masing, termasuk meninggalkan jejak kesuksesan dengan dalih ingin mencari tantangan baru dalam hidup, Eits...jangan salah sangka, saya berbeda, saya bukan ingin mencari tantangan tapi ada tanggung jawab yang harus saya pentingkan daripada menjadi atlet lagi.

Bersama Sang Kekasih

Belajar mengiklaskan posisi dan beregu yang dibangun dengan susah payah dulu ke generasi berikutnya juga merupakan sebuah langkah membanggakan dalam pilihan hidup yang saya ambil. Mungkin langkah yang saya ambil banyak dilihat orang sebagai kekonyolan tapi bagi saya itu adalah kebanggaan.


Mungkin sekian dulu ngomongin diri sendiri kali ini, lain kali enakan bahas apa yah? Ada yang punya ide jangan lupa komentar yah.